TUBAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro melakukan kunjungan ke Museum Kambang Putih, Kabupaten Tuban. Kedatangannya bersama puluhan rombongan tersebut dilakukan untuk mempelajari bagaimana manajemen pengelolaan museum yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban, Minggu (12/12/2021).

Disbudpar Bojonegoro, Budiyanto mengaku kagum dengan penerapan pengelolaan dan pemeliharaan museum Kambang Putih yang dilakukan oleh Pemkab Tuban. Meski usianya sudah tua, yakni sudah ada sejak 1984, namun penataan dan pengelolaan sudah sangat baik. 

“Memang kalau saya lihat, usia museum ini sudah tua. Tapi dari sisi menejemen pemeliharaan dan penataannya sudah settle. Ini sangat menginspirasi dan menambah wawasan kami untuk mengembangkan museum yang ada di Bojonegoro,” ujar Budiyanto. 

Takjub, Disbudpar Bojonegoro Studi Banding Pengelolaan Menejemen Museum Kambang Putih Tuban
Kepala Disbudpar Bojonegoro, Budiyanto saat mendokumentasikan situs-situs sejarah di Museum Kambang Putih

Saat ini, lanjut Budiyanto, pihaknya terus melakukan pendampingan dan menjalin komunikasi dengan UPTD destinasi wisata terpadu untuk pengembangan museum Rajek Wesi Bojonegoro. Maka itu, sinergitas antar kabupaten yang dijalankan hari ini mampu menambah wawasan, wacana dan semangat menggali serta melestarikan warisan leluhur. Termasuk cagar budata, permuseuman dan sejarah-sejarah yang menyangkut nenek moyang masyarakat. 

“Kami berharap sinergitas ini dapat menjadikan awal pengembangan untuk meningkatkan dan memajukan pariwisata kebudayaan, kepurbakalaan dan sejarah di Indonesia, khususnya Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Sebab, kedua wilayah ini masih dalam sejarah kerajaan terbesar, yakni Kahuripan dan Majapahit,” pintanya.

Sementara itu, Kasi Promosi Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Yulistiana menyatakan bahwa, Kabupaten Tuban tidak hanya memiliki wisata religi saja, akan tetapi wisata alam, wisata buatan hingga wisata kuliner. 

Untuk dapat memikat dan meningkatkan jumlah wisatawan, pihaknya juga mengikuti berbagai pameran yang berlangsung di beberapa kota di Indonesia, diantaranya ialah Pameran Invetasi Produk Unggulan dan Pariwisata di Bandung, ajang Jatim Fair di Surabaya, pameran Asosiasi Kepala Daerah se Indonesia (Akapsi) di Jakarta, hingga Seni Kriya 2021 di Jogjakarta. 

Takjub, Disbudpar Bojonegoro Studi Banding Pengelolaan Menejemen Museum Kambang Putih Tuban
Kepala beserta seluruh staf Disbudpar Bojonegoro berfoto bersama di depan Museum Kambang Putih

“Kita semua tahu bahwa Tuban kaya akan potensi yang luar biasa. Maka itu, kami berjuang mempromosikan berbagai destinasi wisata, kegiatan Pokdarwis dan produk-produk UKM di Tuban dengan mengikuti ajang bergengsi di 4 kota itu,” terang Yulis sapaan akrabnya. 

Ia juga berterima kasih atas kunjungan  Disbudpar Bojonegoro di beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tuban. Hal ini dinilai mampu membangkitkan rasa kebersamaan dalam membangun dan mengembangkan potensi budaya yang ada di daerahnya masing-masing. 

“Dalam mengangkat potensi wisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan, dinas-dinas terkait harus turut mendukung program Bupati One Velege One Produk, yakni dengan bersatu dan berkolaborasi untuk bersama-sama mempromosikan potensi wisata di Tuban,” tutupnya. 

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS