TUBAN – Momen libur sekolah menjadi ladang berkah tersendiri bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban. Salah satu penopangnya datang dari melonjaknya angka penyewaan Bus Si Mas Ganteng, armada wisata sekaligus transportasi massal andalan Bumi Wali.
Untuk tarif yang ditawarkan sendiri, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban mematok harga Rp8.000 per orang dengan paket keliling kota bagi siswa atau reuni. Paket ini mencakup rute spot foto ikonik Bumi Wali seperti Rest Area Abhipraya, GOR Rangga Jaya Anoraga, Taman Abhirama, hingga titik penjemputan di sekolah.
Sedangkan untuk sewa Khusus dengan durasi panjang Rp1.250.000 per hari untuk armada utama Bus Si Mas Ganteng. Sedangkan untuk biaya sewa armada feeder dibandrol dengan harga Rp600.000 per hari.
Kepala DLHP Tuban, Anton Tri Laksono mengungkapkan, tingginya animo masyarakat untuk menyewa bus ini telah diatur secara resmi dalam Peraturan Daerah (Perda). Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset daerah.
“Bus ini memang diperbolehkan untuk disewa oleh masyarakat umum. Sejauh ini, testimoni dari para penyewa mengaku sangat puas dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan,” kata Anton, Senin (29/6/2026).
Meski dibuka untuk umum untuk keperluan wisata keluarga, agenda komunitas, hingga acara reuni, Anton menggarisbawahi bahwa fungsi utama armada ini tidak boleh bergeser. Pelayanan transportasi bagi para pelajar di Kabupaten Tuban tetap memegang prioritas tertinggi.
Oleh karena itu, penyewaan bus hanya dilayani pada saat jadwal operasional sekolah sedang libur atau ketika armada sedang tidak digunakan untuk mengantar siswa.
“Prinsip utamanya, penyewaan komersial ini tidak boleh mengorbankan atau mengurangi kualitas pelayanan gratis bagi para pelajar di Tuban,” tegasnya.
Berdasarkan data per Senin (23/6/2026) lalu, tercatat sedikitnya sudah ada 15 kelompok masyarakat yang memanfaatkan layanan sewa Bus Si Mas Ganteng untuk pelesiran di dalam maupun luar kota.
Bagi masyarakat yang berminat, proses pengajuan sewa dapat dilakukan secara resmi dengan bersurat ke Kantor DLHP Tuban atau melalui bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pihak dinas meminta agar pemesanan dilakukan jauh-jauh hari.
“Kami harap pesannya jangan mendadak. Manajemen operasional perlu waktu untuk mengatur jadwal armada dan kesiapan petugas di lapangan,” imbuh Anton.
Optimalisasi aset lewat sektor pariwisata lokal ini diharapkan tidak hanya menjadi alternatif hiburan murah bagi masyarakat Tuban, melainkan juga mampu menyuntikkan kontribusi riil terhadap pendapatan daerah tanpa mengesampingkan fasilitas publik bagi sektor pendidikan. (Hus/Tgb).
