TUBAN Kobaran api sempat melahap tumpukan kardus bekas di kawasan proyek LPG Plant Tuban pada Minggu (9/8/2026). Beruntung, insiden tersebut berhasil diredam dengan cepat oleh tim Health, Safety, and Environment (HSE) PT Wijaya Karya selaku pelaksana konstruksi, sehingga tidak menimbulkan dampak luas maupun korban jiwa.

​Humas PT Wijaya Karya (Wika), Ade Sobari, mengonfirmasi bahwa kebakaran yang terjadi tergolong skala kecil dan langsung ditangani oleh tim tanggap darurat perusahaan menggunakan tangki air serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

​”Memang ada kebakaran kecil, tetapi sudah langsung dipadamkan oleh tim tanggap darurat kami menggunakan tangki air dan APAR,” ujar Ade.

​Saat insiden berlangsung, lokasi dalam keadaan lengang tanpa ada aktivitas pengerjaan. Menurut hasil investigasi awal tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), material yang terbakar hanyalah tumpukan kardus pembungkus insulasi dan rockwool (gasbul)—material yang sempat memicu kepulan asap hitam pekat.

“Untuk estimasi kerugiannya ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta, dan Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu,” jelas Ade.

Pihaknya juga mengaku para warga tak ada satupun yang terdampak langsung dari kejadian itu. Alasannya kejadian kebakaran dengan kepulan asap hitam itu hanya berada di dalam lingkup pengerjaan.

“Asap pengepul itu dipicu oleh material gasbul yang menimbulkan asap yang pekat,” ungkapnya menegaskan.

Ade juga mengungkapkan alasannya tak melaporkan kejadian itu kepada Satpol-PP dan Damkar Bumi Wali lantaran menurutnya kejadian tersebut bisa langsung dijinakkan oleh tim internal. (Hus/Tgb).