TUBAN – Setelah lebih dari 10 tahun tidak digelar secara besar-besaran, Perayaan Tiong Jiu Pia (Festival Kue Bulan) 2026 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban kembali berlangsung meriah. Perayaan yang digelar selama tiga hari ini, menjadi simbol kebersatuan dan perdamaian umat.
Berdasarkan susunan acara pada poster resmi perayaan, rangkaian festival diawali pada Jumat (25/9/2026) pukul 14.00 WIB dengan Pembukaan Bazar UMKM, dilanjutkan panggung hiburan, pertunjukan Barongsai, Reog, hingga undian berhadiah.
Kemudian pada Sabtu (26/9/2026), acara diisi dengan hiburan, pesta kembang api, dan undian berhadiah. Sementara pada hari puncak, Minggu (27/9/2026), panitia menyelenggarakan Senam Pagi Bersama, Pengobatan Gratis, Donor Darah, serta silaturahmi antarumat dan kelenteng se-Indonesia.
Pantauan di lokasi pada Jumat (25/6) sekitar pukul 14.00 wib, para pengunjung nampak baru berdatangan. Mereka yang datang selain untuk mencari jajanan, juga untuk menikmati pertunjukan barongsai yang disuguhkan.
Salah satu tokoh dari TITD Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro menyampaikan, momen perayaan Tiong Jiu Pia kali ini terasa sangat istimewa. Hal tersebut lantaran seluruh pengurus dan umat telah bersatu dan menjalin perdamaian demi kemajuan kelenteng.
“Selama ini sudah 10 tahun lebih tidak dirayakan secara besar-besaran. Kali ini kita merayakan kembali karena kita sudah mengadakan perdamaian dan kebersatuan umat di TITD Kwan Sing Bio Tuban,” ujar Alim Sugiantoro, Jumat (25/9/2026).
Alim menambahkan, perayaan ini tidak hanya menyajikan kegiatan ritual keagamaan, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Lebih dari 100 pelaku UMKM dilibatkan dalam bazar kemitraan selama festival berlangsung.
“Tujuannya kami ingin membantu masyarakat agar perekonomian mereka ikut terangkat. Harapan kita, ekonomi Indonesia, khususnya di Tuban, bisa makin tumbuh dan rakyat sejahtera,” tuturnya.
Selain rangkaian acara hiburan dan sosial, ritual ibadah sembahyang perayaan Tiong Jiu Pia dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam, yakni pukul 19.00 WIB di Tjoe Ling Kiong dan dilanjutkan pukul 20.00 WIB di Kelenteng terbesar se-Asia Tenggara ini.
“Kita berdoa bersama untuk kedamaian, keberkahan, dan kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkas Alim. (Hus/Tgb).
