TUBAN – Menyusul aksi damai dari Aliansi Masyarakat Tuban Bersatu yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini beredar isu mengenai dugaan pembagian amplop kepada peserta aksi. Dugaan tersebut mulai ramai diperbincangkan oleh warganet di berbagai sosial media (sosmed).

Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan oleh akun medsos salah satu media cetak lokal di Tuban, seorang warga yang mengeklaim ikut dalam aksi tersebut terlihat menunjukkan uang yang diterimanya. Dalam unggahan itu, ia tampak memamerkan enam lembar uang kertas pecahan Rp50.000.

Selain mengunggah foto uang tersebut ke grup WhatsApp, warga yang bersangkutan juga menyertakan sebuah komentar. Dalam pesan berbahasa daerah yang berarti “Cair-cair ini loh, tidak ada yang mau kah? Saya bawa saja ya,” ia menyiratkan kesiapannya untuk mengambil uang tersebut jika tidak ada anggota grup lain yang berminat.

Sontak hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dari para warganet di Kota Legen ini. Mereka menilai aksi tersebut merupakan aksi bayaran yang di nahkodai oleh salah satu oknum yang memiliki kepentingan.

Mencuatnya kejadian itu membuat kalimat yang disampaikan oleh Koordinator Aksi, Kurniawan semakin dicurigai oleh warganet. Dalam wawancara saat aksi, Kurniawan mengatakan apabila demonstrasi tersebut merupakan murni aksi solidaritas masyarakat.

“Program ini sangat bermanfaat bagi berbagai aspek, mulai dari petani, peternak, maupun UMKM lokal. Harga-harga bahan pokok sekarang stabil, bahkan adanya MBG ini juga dapat merekrut banyak tenaga kerja,” ujar Kurniawan saat aksi pada Jumat (26/6/2026) pagi tadi.

Saat coba dikonfirmasi ulang melalui pesan WhatsApp pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 18.30 wib, koordinator aksi tersebut tak memberikan tanggapan apapun soal itu.

Meski telah diklarifikasi oleh pihak yang memamerkan sejumlah uang, hal ini tak membuat opini warganet beralih. Mereka menilai dengan klarifikasi tersebut justru semakin memperkuat dugaan bahwa aksi merupakan setingan.

Selain adanya tangkapan layar tersebut, para warga kabupaten dengan 20 kecamatan ini juga mempertanyakan pakaian yang dikenakan oleh peserta aksi. Kebanyakan dari mereka menggunakan penutup mulut yang disinyalir sebagai cara untuk menyembunyikan identitas diri pendemo.

Bahkan muncul juga kiriman dari warganet yang mengatakan aksi damai ini juga memberatkan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka diwajibkan untuk ikut berdemo dan membawa satu keluarganya untuk terjun aksi.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Tuban, Miyadi mengatakan sungguh tak etis apabila aksi tersebut dilatarbelakangi oleh adanya dugaan pemberian uang untuk terjun berdemo. Hal itu dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif dikalangan masyarakat.

“Ya menurut saya wajar-wajar saja (kalau demo ini didanai, red), karena ada kepinginan pemilik SPPG bertahan,” sentil Miyadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Sedikit informasi, hari ini setidaknya ribuan warga turun ke jalan untuk mendukung program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurut mereka program MBG selain dapat mengurangi stunting juga bisa membuat ekonomi Tuban jauh lebih baik.

Para petani, peternak dan UMKM lokal yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tuban Bersatu ini menilai adanya makan gratis ini juga dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal di Bumi Ronggolawe.

Ketua DPRD Tuban, Sugiantoro dalam kesempatan itu juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. Menurutnya program MBG itu bagus, lantaran dapat menyasar langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Meski begitu kami mendesak pemerintah daerah untuk terus mengevaluasi jalannya program ini,” ucap Sugiantoro usai menemui para peserta aksi. (Hus/Tgb).