TUBANGelombang massa Aliansi Masyarakat Tuban Bersatu menyemut hingga memutihkan halaman Kantor DPRD Tuban. Lewat aksi damai yang solid, ribuan warga ini turun ke jalan dengan satu suara, mereka meminta program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk terus dilanjutkan.

Para massa aksi yang berjumlah sekitar 3.000 orang ini awalnya berkumpul di depan lapangan yang berada di ruas Jalan Teuku Umar tepatnya didepan Hotel Mustika. Mereka bersama-sama berjalan mengarah ke kantor dewan dengan berjalan kaki.

Ribuan massa aksi tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, seperti petani, peternak, UMKM lokal. Mereka sengaja turun ke jalan bersama-sama dengan alasan program ini bukan cuma soal memberi makan anak sekolah, tetapi juga menjadi peluang emas bagi perputaran ekonomi dan kesejahteraan para pekerja.

Aksi yang berjalan tertib ini digerakkan oleh kesadaran warga bahwa program makan gratis bukan sekadar bagi-bagi makanan biasa. Bagi mereka, ini adalah langkah besar pemerintah untuk memutus rantai gizi buruk (stunting) pada anak-anak demi menyambut masa depan Indonesia yang lebih baik.

Ribuan warga menilai, Kabupaten Tuban punya potensi alam yang sangat besar, mulai dari hasil tani, ikan, hingga peternakan. Karena itu, Bumi Wali harus mengambil peluang emas ini untuk menjadi penyedia utama bahan baku program makan gratis, sehingga ekonomi warga di desa-desa, khususnya petani dan nelayan, bisa ikut berputar.

“Program ini sangat bermanfaat bagi berbagai aspek, mulai dari petani, peternak, maupun UMKM lokal. Harga-harga bahan pokok sekarang stabil, bahkan adanya MBG ini juga dapat merekrut banyak tenaga kerja,” kata koordinator aksi, Kurniawan.

Kurniawan menegaskan bahwa aksi ini murni bentuk solidaritas masyarakat dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan aksi penolakan yang terjadi di daerah lain. Menurutnya, karena ini adalah program baru, sudah sepatutnya terus dievaluasi agar jalannya semakin sempurna ke depan.

“Kalau memang terjadi penyelewengan atau korupsi, maka segera evaluasi dan segera ditindak tegas oleh aparat hukum,” tegasnya.

Disinggung terkait isu peserta aksi yang dibayar, pihaknya tak tau menahu soal itu. Menurutnya aksi kali ini merupakan murni aksi solidaritas dari berbagai kalangan masyarakat Kota Legen ini.

“Untuk di Tuban ini operasional MBG harus di evaluasi agar penerima manfaat makan gratis ini sesuai dengan yang membutuhkan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tuban yang menemui para peserta aksi, Sugiantoro mengatakan akan pihaknya sebagai lembaga di daerah akan meneruskan aspirasi massa tersebut menuju ke pusat atau DPR RI.

“Kami mengapresiasi aksi ini karena dilakukan secara baik dan tertib, untuk tuntutan mereka akan kami sampaikan kepusat dalam arti DPR RI,” jelasnya.

Menurut pandangan dari Ketua DPRD, program MBG sendiri merupakan program yang bagus. Manfaat yang diberikan dari program makan gratis ini dapat langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Meski begitu kami mendesak pemerintah daerah untuk terus mengevaluasi jalannya program ini,” tegas Sugiantoro.

Ia mengaku tidak tahu-menahu saat ditanya mengenai keterlibatan anggota DPRD setempat yang memiliki dapur program MBG. Alasan yang disampaikan adalah karena pihaknya belum melakukan pengecekan secara pasti terkait hal tersebut.

“Silakan rekan-rekan bisa ditanyakan langsung ke seluruh anggota dewan ada yang memiliki dapur atau tidak,” pungkas Politisi asal Partai Golkar tersebut.

Sedangkan, Wakil Ketua III DPRD Tuban, Lutfi Firmansyah menambahkan daftar yayasan dan mitra resmi Program MBG dapat diakses secara transparan lewat portal BGN.

Ia pun mempersilakan untuk mengonfirmasi langsung jika memang menemukan nama anggota DPRD Bumi Ronggolawe di dalam daftar tersebut, dengan catatan harus bersandar pada fakta, bukan opini liar.

“Jika disitu ada nama anggota DPRD Tuban silakan dikonfirmasi,” pungkasnya. (Hus/Tgb).