Iklan Idul Fitri Polres Tuban

, () – Untuk mengisi hidangan di meja dengan aneka kue dan jajanan sebagai suguhan para tamu sudah menjadi tradisi bagi masyarakat saat lebaran. Hal tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk membuat bermacam-macam cemilan tradisional menjelang . Salah satunya ialah kripik landrang. 

Seperti yang dilakukan oleh Rusmini, warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini. Dengan memanfaatkan momen Hari Raya Idul Fitri, ia membuat jajanan tradisional yang renyah dan gurih berupa kripik landrang. 

“Kripik landrang ini rasanya gurih dan renyah, cocok untuk hidangan saat hari raya,” ujar Rusmini, saat ditemui di kediamannya, Minggu (31/3/2024).

Ia mengaku harus bekerja ektra sejak pertengahan Ramadan 1445 Hijriah, karena sejumlah pesanan terus berdatangan, baik dari dalam maupun diluar Kabupaten Tuban. Hal ini menjadi peluang bisnis bagi ibu rumah tangga ini untuk mendulang rupiah.

Tidak hanya kripik landrang, dari rumah yang sederhana itu, ia bersama anak dan suaminya juga memproduksi beraneka cemilan tradisional. Seperti kacang asin, kacang selimut, pastel dan kemplang, dengan harga rata-rata Rp25 ribu per kilogram.

Iklan Idul Fitri Fraksi Partai Golkar Tuban

Dalam sehari, lanjut Rusmini, dirinya mampu menghabiskan 200 kilogram kripik ladrang untuk dikirim ke sejumlah konsumen. Bahkan, jajanan yang terbuat dari tepung kanji dan tepung terigu, bawang putih, gula, santan, mentega, telur ayam serta beberapa resep khusus ini menjadi cemilan yang paling diburu oleh masyarakat. 

“Alhamdulillah, sejak pertengahan bulan puasa kemarin sudah banyak pesanan yang harus selesai sebelum lebaran. Selain dari Tuban, pesanan juga datang dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan. Kadang juga ada yang langsung datang ke rumah untuk membeli kripik landrang,” katanya. 

Sementara itu, Umi Nurjanah, salah seorang pembeli asal Kecamatan Widang ini mengaku, awalnya ia hanya membeli kripik landrang untuk dikonsumsi sendiri. Namun karena rasanya gurih dan bikin nagih, sehingga dirinya mencoba peruntungan dengan menjual kembali olahan kripik tersebut. 

“Saya beli untuk dijual lagi. Rata-rata setiap pembelian cemilan ini masing-masing sekitar 20 kilogram untuk dikirim ke pelanggan. Kalau kripik landrang biasanya pesan lebih banyak, lumayan dapat sedikit-sedikit sekalian bantu Bu Rusmini menjualkan produknya,” pungkasnya. (Ibn/Jun). 

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS
Iklan Idul Fitri Semen DYNAMIX SBI