TUBAN – Warga Dusun Jalin, Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pemuda setempat pada Kamis pagi (2/7/2026). Korban diketahui bernama IS (32), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan sehelai kain putih.

Sebelum ditemukan tewas, korban ternyata memiliki riwayat sering mengirimkan video bermuatan ancaman bunuh diri kepada kerabatnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU Siswanto menjelaskan bahwa aksi nekat korban pertama kali terendus sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, korban kembali mengirimkan sebuah rekaman video kepada kerabatnya, Kasmuri (41), yang berisi gelagat seolah-olah dirinya akan melakukan bunuh diri.

“Saksi (Kasmuri, red) awalnya tidak terlalu menanggapi pesan WhatsApp tersebut. Hal ini dikarenakan korban memang sudah sering mengirimkan video serupa (ancaman bunuh diri, red) sebelumnya,” ujar IPTU Siswanto saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Namun, sekitar pukul 05.30 WIB, kecurigaan Kasmuri mulai muncul lantaran melihat lampu di dalam rumah korban masih dalam kondisi padam. Merasa was-was dan memiliki firasat buruk, Kasmuri kemudian mengajak tetangganya, Bedi Aprilianto (35), untuk mengecek kondisi korban secara langsung.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB, kedua saksi mencoba mengintip situasi di dalam rumah melalui celah lubang tembok. Sontak, mereka terkejut saat mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di bawah kusen atap rumahnya.

“Melihat kejadian tersebut, saksi langsung melaporkannya ke perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan ke Mapolsek Soko,” imbuh Kasi Humas.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Soko bersama Pamapta dan Tim Inafis Satreskrim Polresta Tuban, serta tim medis dari Puskesmas Prambontergayang langsung bergegas menuju lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa sepasang sandal warna hitam dan kain putih yang digunakan korban. Berdasarkan pemeriksaan medis, petugas menemukan luka bekas jeratan di leher korban akibat lilitan kain, dan dipastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Kasus ini murni bunuh diri. Pihak keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah saat ini sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas pria berpangkat balok dua di pundaknya tersebut. (Hus/Tgb).

Catatan Redaksi:
Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan merasa sendirian. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan bunuh diri, atau masalah kesehatan jiwa lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dan mencari bantuan profesional ke psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat.