, () – yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten setempat dalam rangka semarak HUT ke- 78 Republik Indonesia telah selesai dilaksanakan. Kegiatan yang mengusung tema “Gebyar Budaya Nusantara” itu memang menyedot perhatian masyarakat, akan tetapi sempat membuat penonton menggerutu lantaran tidak semeriah tahun lalu.

Jika tahun 2022 lalu terdapat sekitar 50 regu, tahun ini hanya sekitar 20 peserta yang andil dalam memeriahkan Tuban Specta Night Carnival lantaran banyak sekolah di tingkat SMA/SMK absen dari kegiatan tersebut.

Adapun kesenian dan budaya yang andil diantaranya seni thak-thakan, reog, leak, barongsai, pewayangan dan ragam budaya nusantara lainnya. Bahkan kegiatan ini turut mengundang beberapa komunitas seperti Komunitas Sepeda Tua, Komunitas Jeep, Komunitas Langen Tayub, Komunitas perias dan MUA serta penampilan Drumband dan Paskibraka Tuban.

, dalam sambutannya mengaku bangga dan mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, Tuban Specta Night Carnival tahun ini memiliki lompatan yang jauh dari tahun sebelumnya. Semangat gotong royong benar-benar terlihat.

“Banyak perbedaan yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, dan saya melihat ini adalah wujud nyata adanya kolaborasi dan gotong royong di Kabupaten Tuban,” ungkapnya.

Mas Bupati menegaskan, berfikir Inovatif dapat melahirkan karya yang luar biasa. Ia mengaku terpukau dengan tampilan para kontingen yang begitu epic dan spektakuler. Selain itu, keberagaman peserta ditahun ini juga menambahkan kemeriahan karnaval yang menjadi agenda tahunan itu.

“Ada dari OPD, sekolah , perusahaan, masyarakat, bahkan komunitas bersatu berkumpul disini untuk memeriahkan kemerdekaan,” ucapnya.

Mas Lindra menekankan, terbukti dari formula Kolaborasi Inovasi dan Berkarya mampu menciptakan sebuah sajian memukau malam itu. Ia juga mengungkapkan terimakasih kepada seluruh tim yang terlibat, serta peserta dan masyarakat yang telah berkontribusi memeriahkan acara “Agustusan” ini.

Mas Bupati berharap, ditahun ke 3 Tuban Specta Night Carnival mendatang, dapat terlaksana lebih meriah. Mudah-mudahan tahun depan lebih seru, lebih spektacular lagi,” terangnya.

Kegiatan yang dipusatkan dan diberangkatkan dari depan Kantor Pemkab Tuban menuju ke GOR Rangga Jaya Anoraga ini memang di penuhi tumpah ruah masyarakat, baik dari Kabupaten Tuban sendiri maupun dari kabupaten tetangga, seperti Lamongan dan .

Listyorini, penonton asal Kecamatan Merakurak ini mengaku jika penonton atau pengunjung di Tuban Specta Night Carnival memang lebih banyak, namun pesertanya jauh lebih sedikit dan tidak Semeriah tahun lalu.

“Kalau tahun lalu pesertanya banyak. Tadi sudah macet macetan dan sulit dapat tempat untuk menonton, ternyata pesertanya sedikit. Malah ramai pas karnaval di Merakurak,” ujar Listyorini saat dijumpai di depan Kompi C 521, jalan Sunan Kalijogo Tuban.

Berbeda dengan Ahmad Muslih, pengunjung asal Kabupaten Lamongan ibu mengaku jika tampilan peserta Tuban Specta Night Carnival ini sangat menakjubkan. Namun sayangnya kurang steril terhadap lalu lalang masyarakat, termasuk kendaraan.

“Kegiatannya sih bagus banget. Cuma nontonnya banyak keganggu orang-orang yang lewat. Banyak sepeda motor juga masuk jalur peserta, sehingga menjadi kurang nyaman. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan seperti ini bisa mewah dan tertib,” pungkasnya. (Said/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS