TUBAN – Niat hati ingin menghabiskan waktu luang dengan memancing bersama kawan sejawatnya, Muhamad Fikri, remaja 14 tahun asal Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding harus kehilangan nyawanya. Anak malang ini meregang nyawa di dasar sungai usai tergelincir saat berusaha melepaskan umpan pancingnya pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh menyebutkan, peristiwa nahas tersebut bermula saat korban yang masih mengenyam pendidikan dibangku kelas 1 SMP Negeri 4 Semanding ini pergi memancing bersama rekan-rekannya. Mereka diketahui memang sering menghabiskan waktu bersama sembari memancing.

Salah seorang tetangga korban mengungkapkan, kejadian tersebut diduga dipicu saat korban hendak mengambil umpan pancing yang tersangkut. Namun nahas, karena terpeleset membuat si anak harus terjebur ke sungai yang terbilang cukup dalam.

“Infonya tadi mau ambil umpan pancing terus terpeleset. Untuk pastinya masih simpang siur, ada yang bilang mereka berangkat bertiga, ada juga yang bilang berempat,” ujar tetangga korban yang enggan disebutkan namanya itu.

Setelah korban terjatuh ke sungai, rekannya sempat menunggu dengan harapan korban segera muncul kepermukaan dan berenang menepi. Namun nahas, korban tak kunjung terlihat. Rekan-rekan korban yang panik, kemudian mencari pertolongan ke rumah warga di sekitar lokasi serta mengabari pihak keluarga.

“Tadi sekitar jam 17.30 WIB, warga sudah mulai ramai di lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga sudah banyak yang berdatangan untuk melakukan proses pencarian,” imbuhnya.

Meski Fikri dan teman-temannya memiliki hobi memancing, lokasi sungai yang merenggut nyawanya itu ternyata bukan merupakan tempat yang biasa dikunjunginya. Kelompok remaja ini kerap menghabiskan waktu luang dengan memancing di titik lain yang dinilai lebih aman dan familiar bagi mereka.

Saat ini korban sudah berhasil di evakuasi oleh warga. Selain itu, jasad korban saat ini sudah dibawa menuju rumah duka sebelum dikebumikan di keesokan harinya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kapolsek Semanding, AKP Lukman Hadi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa naas itu terjadi di Dam Kedung Ireng, Desa Sambongrejo sekira pukul 17.30 Wib.

“Setelah ada laporan, kami bersama Tim SAR dan BPBD Tuban langsung ke lokasi untuk melakukan pencarian,” terangnya.

Sekitar pukul 18.04 Wib, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan awal untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka,” pungkasnya. (Hus/Tgb).