TUBAN – Langkah tegas diambil jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban dalam merespons keresahan masyarakat terkait aksi balap liar. Kali ini, kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soetta) atau yang akrab disebut JT Bawah menjadi sasaran operasi besar-besaran, Minggu (12/4/2026) dini hari.
Operasi yang dilakukan saat sebagian besar warga terlelap itu bertujuan untuk mengembalikan ketenangan dan ketertiban di jalur protokol tersebut. Pasalnya, aksi kebut-kebutan para remaja ini sudah sangat mengganggu kenyamanan publik.
Pantauan di lapangan, jalannya penertiban tidak berjalan mulus begitu saja. Petugas di lapangan sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan sejumlah pemuda yang mencoba melarikan diri dari kepungan polisi.
Meski sempat ada upaya perlawanan dengan cara memacu kendaraan sekencang mungkin, petugas yang telah siaga di berbagai titik strategis berhasil menutup ruang gerak para pelaku. Situasi pun akhirnya dapat dikendalikan sepenuhnya.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban, IPDA Risky Dwi Prasetyo, mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan. Dasar utamanya adalah banyaknya aduan masyarakat yang merasa terganggu dengan kebisingan dan bahaya balap liar.
“Malam hingga dini hari ini kami melaksanakan penertiban berdasarkan perintah pimpinan dan banyaknya laporan dari masyarakat mengenai aktivitas balap liar di Jalan Soekarno-Hatta,” ujar Risky di sela-sela kegiatan.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menjaring ratusan pemuda beserta kendaraan bermotor mereka. Sebagian besar kendaraan tersebut tampak sudah dimodifikasi dan tidak sesuai dengan standar keselamatan jalan raya.
Terkait jumlah pastinya, Risky menyebutkan bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendataan lebih lanjut. Namun, dari pantauan awal, jumlahnya cukup fantastis untuk sekali operasi penertiban.
“Untuk jumlah pastinya masih kami data. Perkiraan sementara ada sekitar 70 kendaraan, namun akan kami pastikan lagi secara rinci setelah seluruh proses pengumpulan barang bukti selesai di Mapolres,” jelasnya.
Fenomena balap liar di kawasan Jalan Soetta memang seolah menjadi penyakit menahun. Meski petugas sudah berkali-kali melakukan tindakan tegas, aktivitas ilegal ini kerap muncul kembali, terutama pada akhir pekan atau dini hari.
Sebagai bentuk sanksi fisik dan efek jera, para pelanggar yang terjaring diminta untuk mendorong motor mereka menuju Mapolres Tuban. Pemandangan barisan pemuda mendorong motor ini pun menjadi tontonan warga di sepanjang rute yang dilewati.
Tak hanya itu, kendaraan yang kedapatan menggunakan knalpot brong atau tidak dilengkapi surat-surat resmi langsung diamankan sebagai barang bukti. Proses hukum administratif berupa tilang pun dipastikan akan dijatuhkan kepada para pelanggar.
Menanggapi fenomena ini, Satlantas Polres Tuban memberikan imbauan serius kepada masyarakat, khususnya para orang tua di wilayah Kabupaten Tuban agar lebih ketat dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka.
“Kami sangat berharap peran orang tua untuk memberikan edukasi. Jangan sampai anak-anak terlibat aksi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Balap liar ini jelas merusak ketertiban umum,” tegas Risky.
Pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk tidak kendor dalam melakukan patroli serupa. Penindakan secara berkala akan terus ditingkatkan demi menciptakan suasana lalu lintas yang aman dan kondusif di Bumi Wali.
Dengan tindakan tegas ini, diharapkan kawasan Jalan Soekarno-Hatta dan titik-titik rawan lainnya di Tuban bisa kembali steril dari aksi balap liar yang kerap memicu kecelakaan fatal. (Hus/Tgb).
