TUBAN – Nampaknya warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban terpaksa gigit jari lantaran keluhannya sama sekali tak didengar oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Mereka mengeluh soal dugaan pencemaran debu batu bara yang berasal dari area coal storage.
Para warga itu sebenarnya sudah cukup lama merasakan hal tersebut. Rumah mereka, khususnya bagian teras nampak tertutup debu pekat berwarna coklat kehitaman. Selain soal partikel halus yang mengotori rumah, mereka juga khawatir akan dampak kesehatan yang timbul akibat hal tersebut.
Keluhan ini bukan hanya sekedar sekali saja, belum genap dua bulan lalu petani dan warga juga sudah mengeluhkan aktivitas klinker milik perusahaan plat merah itu. Protes para petani hingga nampaknya juga masih abu-abu soal penyelesaiannya.
Salah satu warga Desa Sawir, Anang mengatakan bahwa persoalan dugaan debu batu bara sebenarnya sudah lama dikeluhkan masyarakat. Warga juga telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak Humas PT SBI, di antaranya pada 8 Mei 2026 dan kembali pada 15 Juli 2026 kemarin.
“Keluhan ini sudah lama disampaikan masyarakat Sawir. Kami juga sudah berkali-kali menyampaikan ke Humas SBI, mulai tanggal 8 Mei 2026, kemudian kami sampaikan lagi pada 15 Juli 2026,” tegas Anang, Kamis (16/7/2026).
Hal senada disampaikan Ketua BPD Desa Sawir, Masruin. Ia mengaku sering menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan debu batu bara, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, warga tidak hanya mengeluhkan debu yang mengotori rumah, pakaian, maupun lingkungan, tetapi juga khawatir terhadap potensi dampaknya terhadap kesehatan.
“Jika tidak ada respons atau tindakan nyata dari perusahaan, maka para warga berencana menyampaikan aspirasinya secara langsung ke PT SBI,” tegas Ketua BPD Sawir.
Menanggapi keluhan tersebut, General Affair & Community Relations Manager PT SBI, Moch Yunadi Rizal justru mengarahkan untuk menghubungi tim Corporate Communication dari anak perusahaan PT Semen Indonesia (SIG) ini. Menurutnya, pernyataan apapun akan disampaikan satu pintu kepada tim tersebut.
“Mohon maaf semua penjelasan terkait hal apapun dari pabrik, nanti akan disampaikan satu pintu saja oleh team corporate communications kami. Silakan agar bisa langsung berkomunikasi dengan beliau,” kata Rizal singkat.
Sedangkan saat dihubungi, Corporate Communication Reg 3 PT SBI Tuban, Ario Patra Nugraha justru memilih menutup diri. Pihaknya memilih tak memberikan pernyataan sedikitpun mengenai kondisi tersebut.
Disisi lain, saat mencoba konfirmasi menuju ke Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, mereka justru ikut ikutan bungkam. Diamnya para petinggi perusahaan maupun dari pemerintah daerah seakan-akan memaksa para warga untuk terus menjalani hari yang berselimut debu.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak perusahaan segera melakukan penanganan dan memberikan solusi agar dugaan persoalan debu batu bara yang dikeluhkan masyarakat Desa Sawir dapat segera diselesaikan. (Har/Tgb).
