TUBAN – Derasnya arus informasi di era digital kerap memicu penyebaran berita bohong atau hoaks jika tidak disikapi dengan bijak. Kondisi ini memantik kepedulian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban untuk mengedukasi generasi muda.
Bertempat di MTs Thoriqotul Falah, Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, para mahasiswa menggelar sosialisasi bertajuk “Pentingnya Literasi di Kalangan Anak Muda”, pada Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca buku. Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan mendalam untuk memahami, menganalisis, serta menyaring informasi secara cerdas.
Pantauan di lokasi, puluhan siswa tampak memadati aula madrasah sejak pagi hari. Kehadiran para mahasiswa KKN disambut hangat oleh pihak sekolah. Dengan metode penyampaian yang santai dan interaktif, materi yang cukup berat berhasil dikemas menjadi edukasi yang menyenangkan.
Salah satu pemateri KKN IAINU Tuban, Alfin menjelaskan, budaya literasi merupakan modal krusial bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, anak muda yang literat akan memiliki kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi dengan baik.
“Kalian jangan takut ketinggalan zaman sekarang. Selagi kalian semua masih memperdalam belajar literasi, pengetahuan yang kalian gali akan dengan sendirinya membimbing menuju wawasan yang lebih luas,” pesan Alfin di hadapan para siswa.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa juga diajarkan cara membedakan antara fakta dan opini, mengenali ciri-ciri berita hoaks, serta bijak dalam memanfaatkan media sosial.
Agar suasana tetap hidup, mahasiswa KKN menyelingi pemaparan materi dengan sesi tanya jawab, game edukatif, dan ice breaking. Antusiasme siswa terlihat saat mereka berebut untuk menyampaikan pendapat dan menceritakan pengalaman mereka berselancar di dunia digital.
Melalui program ini, tim KKN IAINU Tuban berharap kesadaran akan pentingnya literasi bisa tumbuh sejak dini di lingkungan sekolah. Membaca diharapkan tidak lagi menjadi beban atau kewajiban sekolah, melainkan menjadi gaya hidup yang mampu membuka cakrawala berpikir.
Langkah kecil dari para mahasiswa ini diharapkan menjadi stimulus lahirnya generasi muda di Desa Talangkembar yang tidak hanya kaya akan ilmu pengetahuan, tetapi juga bijak dan kritis dalam mengonsumsi informasi di masa depan. (Hus/Tgb).
