TUBAN — Bermodal sebuah pistol airsoft gun, HT, dan atribut ala aparat, seorang pria asal Magetan berhasil menipu seorang perempuan Tuban hingga merugi Rp170 juta. Dengan gaya bak anggota Resmob dan narasi penuh rayuan, pelaku membangun citra polisi gagah sebelum akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Tuban.

Pelaku, Anas Thohir (32), mengaku sebagai anggota Resmob Polres Lamongan. Kepada korban berinisial KNU, Anas menjalin hubungan asmara sejak 20 Mei 2025. Dari kedekatan itulah skenario penipuan berjalan mulus.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, mengatakan pelaku secara sistematis memanfaatkan hubungan emosional untuk meminta uang berkali-kali.

“Awalnya hanya Rp1,5 juta dengan alasan kecelakaan. Setelah itu permintaan uang terus berlanjut hingga total mencapai Rp170 juta,” ujar Bobby.

Untuk memperkuat identitas palsunya, Anas kerap memamerkan airsoft gun, HT, holster, hingga atribut serupa milik polisi. Penampilan itu membuat korban semakin percaya hingga tak menyadari dirinya sedang ditipu.

Namun kecurigaan akhirnya muncul. Korban mengecek status pelaku ke beberapa polisi yang ia kenal. Dari sana, fakta terbongkar: Anas bukan anggota kepolisian. Korban pun melapor ke Satreskrim Polres Tuban pada 20 November 2025.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Jatanras bergerak cepat. Pelaku diringkus tanpa perlawanan di rumahnya di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang yang selama ini digunakan pelaku untuk meyakinkan korban:

  • Satu pucuk airsoft gun,
  • Satu unit HT,
  • Satu holster hitam,
  • Satu telepon genggam,
  • Satu jam tangan,
  • Serta tiga kartu ATM berbagai bank.

Polisi juga mengamankan bukti transfer dan tangkapan layar percakapan antara korban dan pelaku.

Atas aksi penipuannya, Anas dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

AKP Bobby mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai aparat namun tak dapat menunjukkan identitas resmi.

“Jangan mudah percaya, terutama jika mulai meminta uang dengan alasan yang tidak masuk akal,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar praktik polisi gadungan yang memanfaatkan atribut murah dan citra aparat untuk menjerat korban. Polres Tuban mengingatkan agar masyarakat selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan kepercayaan, apalagi sampai mengalirkan uang. (Hus/Tgb).