TUBAN – Banyak warga di Kabupaten Tuban nampaknya sudah lelah dengan kinerja para aparatur negara. Kini giliran warga Dusun Selang, Desa Jadi, Kecamatan Semanding yang melakukan aksi perbaikan jalan secara swadaya karena merasa keluhan akses jalan utama mereka yang tak kunjung diperbaiki.
Sebelum kejadian ini, warga Desa Grabagan pada 27 Maret lalu juga melakukan swadaya dalam melakukan upaya perbaikan jalan di tempat mereka. Mereka melakukan aksi tersebut lantaran, akses penghubung wilayah utara dan selatan itu tak kunjung disentuh perbaikan selama belasan tahun.
Selain itu, Warga Dusun Ngaglik, Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban juga melakukan upaya perbaikan secara swadaya pada 30 Maret lalu. Mereka justru memperbaiki saluran drainase sebab dikira kondisinya sudah cukup memperihatinkan.
Yang menjadi perhatian, kegiatan swadaya masyarakat ini tergerak karena lambannya pemerintah dalam menanggapi keluhan-keluhan warganya. Di Dusun Selang sendiri contohnya, jalan penghubung antara Desa Jadi dan Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Merakurak ini kondisinya sudah begitu memperihatinkan sehingga membuat warga langsung bergerak cepat bahu-membahu memperbaikinya.
Kondisi jalan yang menjadi denyut nadi perekonomian warga itu mengalami kerusakan yang hanya bukan di satu titik saja, melainkan banyak titik. Banyak ditemukan jalan berlubang dan tidak rata disepanjang jalur tersebut. Jika dibiarkan maka warga menilai jalan itu dapat semakin rusak dan berpotensi membahayakan para pengendara.
Ketua Karang Taruna (Kartar) Tunas Rimba Dusun Selang, Samsul Ma’arif (22) mengatakan kerusakan jalan di wilayah tersebut sudah cukup lama. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya truk muatan berat yang melintasi jalur tersebut. Sehingga membuat jalur sepanjang kurang lebih satu kilometer itu banyak ditemukan berlubang.
“Kemarin ada pemuda dari luar daerah yang sampai shockbreaker motornya patah karena tidak tahu kondisi jalan,” terangnya usai melakukan perbaikan.
Bukan hanya itu, Samsul mengatakan kejadian kecelakaan akibat jalan rusak bukan terjadi sekali saja. Tetapi sudah terjadi berkali-kali yang membuat dia dan timnya bergerak cepat untuk memperbaiki jalur tersebut.
Disisi lain, bukan hanya dari Karang Taruna Tunas Rimba saja yang ikut turun memperbaikinya. Remaja SMP maupun SMA juga ikut-ikutan membantu para anggota Kartar memperbaiki jalur tersebut. Mereka saling gotong-royong mengangkat batu-batu kapir untuk menguruk lubang yang ada dijalan.
“Jalan ini sudah hampir empat tahun belum ada perbaikan yang signifikan, Mas, padahal jalur ini perannya cukup vital bagi warga sekitar,” cetusnya Samsul dengan nada geramnya.
Adanya hal itu juga membuatnya mempertanyakan slogan kebanggaan milik sang Bupati, Aditya Halindra Faridzky yaitu ‘Bangun Deso Noto Kutho’. Menurutnya jargon tersebut tak mencerminkan kenyataannya dilapangan.
“Katanya ‘Bangun Deso Noto Kutho’, tapi desa mana yang dibangun? Jalan kami dipelosok masih rusak seperti ini,” keluhnya.
Kekecewaan warga nampaknya mulai membuahkan hasil setelah aksi swadaya ini ramai diperbincangkan di media sosial. Samsul menyebut, tak lama setelah kondisi jalan tersebut viral, pihak pemerintah daerah langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Setelah ramai, tadi ada pihak pemerintah yang datang mengecek. Kami bersyukur, bantuan publikasi dari media akhirnya membuat mereka memberikan perhatian,” ungkapnya.
Meski sudah ditinjau, warga Dusun Selang mengaku masih akan terus mengawal janji pemerintah yang berencana melakukan perbaikan dalam satu pekan ke depan. Mereka berharap perbaikan kali ini bersifat permanen, bukan sekadar respons sesaat untuk meredam kegaduhan di ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur benar-benar merata hingga ke sudut-sudut desa, agar keselamatan warga tidak lagi harus digantungkan pada aksi swadaya dan material seadanya.
Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky sudah mendorong kepada pada seluruh Kepala Desa untuk menyerahkan aset jalan lingkungan mereka kepada Pemerintah Kabupaten. Hal itu disampaikannya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Selasa 31 Maret 2026.
“Kami mendorong pemerintah desa agar bersedia menyerahkan aset tersebut ke Pemkab, supaya pembangunan jalan lingkungan bisa langsung kami tangani,” tutup Bupati yang masih asik membujang ini. (Hus/Tgb).
