TUBAN – Delapan proyek di bawah kendali Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Kabupaten Tuban diperkirakan tak selesai tepat waktu. Cuaca buruk yang sering melanda di titik-titik proyek itu menggangu proses pengerjaan.

Bersumber dari data milik Bidang SDA PUPR-PRKP Tuban, tahun anggaran 2025 memuat 69 proyek yang bersumber dari APBD. Sementara itu, melalui anggaran P-APBD di tahun yang sama, pemerintah daerah kembali mengalokasikan dana untuk 19 proyek lain, yang meliputi 15 pekerjaan fisik dan beberapa kegiatan nonfisik.

Mayoritas dari delapan proyek yang terancam molor itu hingga kini masih menunjukkan progres di bawah 10 persen. Kondisi tersebut kontras dengan paket-paket pekerjaan lain sama-sama yang digarap tahun ini, sehingga menjadi perhatian serius bagi dinas untuk memperketat pengawasan di lapangan.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR-PRKP Tuban, Sayang Mulyahati Rimbawan mengungkapkan molornya delapan proyek itu disebabkan oleh cuaca ekstrem, terutama pada titik-titik pekerjaan yang berada di aliran Sungai Kening. Curah hujan tinggi membuat aktivitas di lapangan kerap terhenti.

“Alasannya beberapa juga karena kontraktornya itu sendiri, tapi ya cuaca ekstrem menjadi masalah utama molornya pembangunan proyek-proyek itu,” kata Sayang saat dikonfirmasi dikantornya pada Selasa (2/12/2025).

Sayang mengungkapkan di bidang SDA sendiri terdapat dua program yakni irigasi dan pengendalian banjir. Namun, untuk anggaran di tahun ini difokuskan pada pengendalian banjir karena bisa berdampak langsung pada ketahanan air dan keamanan wilayah saat musim hujan.

“Untuk proyek-proyek yang dinaungi SDA pada tahun ini berfokus pada penyelesaian banjir di beberapa titik-titik yang rawan,” tegasnya.

Mantan Sekretaris Camat Widang ini menerangkan pihaknya akan lebih menggencarkan pengawasan terhadap proyek-proyek tersebut. Menurutnya hal itu perlu untuk dilakukan agar pengerjaan tetap sesuai spesifikasi yang ada.

“Tapi kalau untuk pekerjaan besar seperti pembangunan bronjong di Kecamatan Montong itu telah selesai sepenuhnya,” pungkasnya.

Dengan sederet kendala yang membayangi, Bidang SDA menegaskan akan meningkatkan pengawasan di semua titik pekerjaan. Harapannya, keterlambatan delapan proyek ini tidak merembet ke paket pekerjaan lain dan masyarakat tetap dapat merasakan manfaat pembangunan sesuai target tahun berjalan. (Hus/Tgb).