TUBAN – Awal bulan Agustus yang seharusnya dipenuhi semangat kemerdekaan justru diwarnai aksi tak terpuji di Kabupaten Tuban. Dua kelompok pemuda yang diduga gangster terlibat tawuran di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Tuban, pada Sabtu (1/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.05 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi bentrokan tersebut diwarnai aksi saling lempar batu hingga dugaan penggunaan senjata tajam (sajam). Kejadian ini sempat terekam kamera pengawas (CCTV) salah satu penginapan di sekitar lokasi dan viral di media sosial hingga memicu keresahan warga.
Dugaan kuat mengarah bahwa aksi saling serang ini bermula dari saling tantang di media sosial atau yang dikenal dengan istilah ‘nyanggong’ yakni kesepakatan antar kelompok pemuda untuk bertemu dan menggelar tawuran di titik tertentu.
“Saya mendengar ada keributan, lalu melihat konvoi dan aksi saling lempar batu,” ungkap salah seorang warga di lokasi kejadian.
Menurut keterangan saksi mata, rombongan pertama datang dari arah timur berkonvoi menggunakan sepeda motor. Mereka mengenakan pakaian serba hitam, membawa bendera identitas kelompok, serta disinyalir mengacungkan senjata tajam.
Setibanya di depan salah satu restoran di Jalan HOS Cokroaminoto, konvoi tersebut berpapasan dengan kelompok lawan yang sudah bersiap menanti. Mengetahui adanya penghadangan, rombongan konvoi sempat berbalik arah hingga akhirnya terjadi aksi kejar-kejaran dan saling lempar batu di tengah jalan.
Saksi lain memperkirakan jumlah pemuda yang terlibat mencapai 30 orang. Salah satu di antaranya diketahui mengenakan kaos bermotif nama kelompok gangster tertentu.
Menerima laporan melalui layanan darurat 110, personel kepolisian langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran. Aksi penanganan cepat petugas sempat disiarkan secara langsung melalui akun TikTok milik anggota Polsek Semanding, @Mas Waka.
Meski para pelaku telah membubarkan diri sebelum petugas tiba, polisi berhasil mengamankan sebuah bendera yang diduga milik salah satu kelompok di lokasi kejadian. Sejumlah pemuda yang berada di sekitar TKP, termasuk mereka yang mengaku menjadi korban lemparan batu, turut dibawa ke Mapolresta setempat untuk dimintai keterangan.
Terkait kabar yang beredar bahwa salah satu korban merupakan anak dari anggota kepolisian, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi.
Saat dikonfirmasi, Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Bumi Wali, IPDA Priyanto, membenarkan adanya insiden bentrokan antar pemuda tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami lidik dulu, Mas,” ujar IPDA Priyanto singkat.
Saat ini, Satreskrim Polresta Tuban masih melakukan pendalaman terkait kronologi pasti, identifikasi para pelaku yang terlibat, hingga dugaan kepemilikan senjata tajam. Kejadian ini kembali menjadi peringatan penting bagi jajaran kepolisian, orang tua, serta masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas remaja guna mencegah aksi serupa terulang kembali. (Hus/Tgb).
