TUBAN – Suasana Balai Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, mendadak dipadati puluhan warga setempat pada Jumat (31/7/2026) malam. Kedatangan warga ini dipicu oleh rasa penasaran dan keresahan terkait kejelasan kompensasi dampak debu dari pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia (SBI).
Pertemuan yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sawir tersebut mulanya diagendakan untuk menyosialisasikan hasil audiensi antara perwakilan warga, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan manajemen PT SBI. Namun, ketidakpastian mengenai bentuk dan besaran kompensasi justru memicu desakan dari masyarakat.
Keresahan warga makin menguat lantaran adanya simpang siur informasi yang beredar pasca-audiensi pekan lalu.
Salah seorang warga membeberkan, pada dialog awal, kompensasi yang dijanjikan berupa paket sembako senilai Rp250 ribu. Sayangnya, belakangan beredar kabar burung yang menyebutkan nilainya merosot menjadi Rp150 ribu.
“Saat audiensi kemarin yang kami dengar kompensasinya senilai Rp250 ribu dalam bentuk sembako. Namun sekarang informasinya turun jadi Rp150 ribu. Perubahan ini yang membuat warga mendatangi balai desa untuk minta kepastian,” celetuk salah satu warga di lokasi.
Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua BPD Desa Sawir, Masruin, membenarkan perihal gelombang kedatangan warga ke balai desa tersebut.
“Benar, masyarakat datang ke balai desa untuk mencari kepastian terkait hasil audiensi yang telah dilakukan bersama pihak PT SBI pada pekan lalu,” ungkap Masruin, Sabtu (1/8/2026).
Sayangnya, hingga berita ini diunggah, Penjabat (Pj) Kepala Desa Sawir, Clara Wanalita, belum memberikan respons atau keterangan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media Ronggo.id. Sikap bungkam ini kian memantik spekulasi dan pertanyaan di kalangan masyarakat terdampak.
Di sudut lain, pihak manajemen PT SBI menegaskan komitmennya untuk tetap kooperatif. Corporate Communication Regional 3 PT Solusi Bangun Indonesia, Ario Patra Nugraha, menyatakan bahwa perusahaan terus membuka ruang komunikasi guna memetik jalan keluar terbaik.
“Kami menghormati setiap masukan yang disampaikan dan tetap berkomitmen menjaga komunikasi yang konstruktif dengan seluruh pihak,” tutur Ario melalui pesan singkat kepada Ronggo.id.
Ario menambahkan perusahaan telah melakukan dialog dengan warga untuk mendengarkan aspirasi serta mencari solusi terbaik. Bentuk dukungan yang diusulkan telah mempertimbangkan berbagai aspek secara proporsional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan ketok palu mengenai nominal maupun bentuk pasti kompensasi tersebut. Warga Desa Sawir kini menanti transparansi hasil kesepakatan agar gejolak dan kesimpangsiuran informasi di lapangan tidak terus berlarut-larut. (Har/Tgb).
