TUBAN – Seorang remaja berusia 17 tahun bernama Dika, warga Dusun Bancang, Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu malam, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (14/9/2026).

Korban ditemukan tergeletak di dasar bekas tambang batu kumbung dengan keadaan terlentang dengan darah yang keluar dari mulut korban. Tambang itu sendiri diperkirakan memiliki kedalaman mencapai 30 meter di kawasan Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Dari pantauan di lokasi kejadian pada Senin (14/9/2026), para warga nampak memadati sekitar lokasi. Banyak warga yang penasaran ingin melihat secara langsung proses evakuasi jasad korban dari dasar tambang yang cukup curam tersebut.

Kepala Desa Tahulu, Sumariyono, mengungkapkan bahwa pihak desa dan keluarga korban sebelumnya sudah berupaya melakukan pencarian sejak korban diketahui meninggalkan rumah tanpa kabar pada Sabtu malam.

“Orang tuanya sempat datang ke rumah melaporkan kalau anaknya keluar dari rumah sejak Sabtu malam Minggu. Pencarian sudah dilakukan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar sejak satu hari satu malam,” ujar Sumaryono saat ditemui di lokasi kejadian.

Sumaryono menambahkan, kabar mengenai penemuan jenazah korban baru diterimanya dari warga dan perangkat desa setempat pada Senin pagi sekira pukul 10.00 WIB.

“Korban ini warga kami, tapi TKP penemuannya berada di area galian kumbung Desa Tegalrejo,” imbuhnya.

Kades Tahulu ini meneruskan dari keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat gangguan saraf atau depresi dalam beberapa bulan terakhir. Karena hal tersebut dia diduga

Sementara itu, Kapolsek Merakurak, AKP Suhartono, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di lokasi bekas galian batu kumbung Desa Tegarejo tersebut.

“Sekira pukul 10.00 WIB kami menerima laporan dari Kepala Desa Tahulu terkait adanya penemuan mayat di lokasi galian kumbung Desa Tegarejo. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP,” jelas AKP Suhartono.

Mengenai kondisi jasad saat pertama kali ditemukan, Kapolsek menyebutkan bahwa korban diperkirakan sudah meninggal dunia sejak dua hari lalu dengan kondisi yang sudah mulai berbau.

“Kondisi jenazah saat ditemukan sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap karena diperkirakan sudah dua hari berada di dasar galian,” kata AKP Suhartono saat diwawancarai usai evakuasi korban.

Mengenai penyebab pasti kematian, apakah korban murni jatuh atau ada faktor lain, pihak kepolisian belum bisa berspekulasi dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Jasad korban kemudian langsung dibawa menuju kerumah duka untuk dimakamkan, karena keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya. (Hus/Tgb).