TUBAN Bayang-bayang krisis air dan kemarau panjang makin nyata mengancam Kabupaten Tuban. BMKG memprakirakan fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dengan intensitas sangat kuat bakal menerjang wilayah Bumi Wali hingga awal 2027 mendatang.

Kepala Stasiun BMKG Tuban, Muhammad Nur menyampaikan, hasil pemantauan anomali suhu permukaan laut periode Juni–Agustus mencatatkan angka 2,20. Indikator tersebut menandakan El Nino berada pada level ekstrem.

“Anomali suhu permukaan laut pada periode tersebut menunjukkan adanya El Nino dengan intensitas sangat kuat. Kami memprediksi kondisi ini akan bertahan hingga awal tahun 2027,” ujar Nur.

Dampak terjangan El Nino yang sangat kuat ini sudah mulai dirasakan warga Tuban. Tercatat, seluruh wilayah Kota Seribu Goa ini sudah tak disirami air hujan selama lebih dari dua bulan terakhir.

Sektor pertanian menjadi korban utama dari sengatan cuaca ekstrem ini. Para petani terpaksa memundurkan masa tanam akibat ketiadaan pasokan air, yang berujung pada bergesernya jadwal panen raya serta ancaman anjloknya produksi pangan daerah.

Tak hanya di areal persawahan, krisis air bersih mulai meluas ke pemukiman warga, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Grabagan. Vegetasi semak dan hutan yang mengering ekstrem juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di sektor kelautan, meski El Nino berpotensi meningkatkan populasi ikan di Laut Jawa, ancaman gelombang tinggi hingga dua meter dan angin kencang justru membahayakan keselamatan para nelayan.

Sementara ity, prakiraan curah hujan dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur untuk periode September hingga awal Oktober tercatat sangat rendah, yakni hanya 0–10 milimeter per dasarian.

Adanya dampak akibat El Nino yang sangat kuat ini, Nur meminta masyarakat diseluruh penjuru Bumi Ronggolawe ini untuk selalu siaga dan memanfaatkan air secukupnya, mengingat hingga kini belum ada tanda-tanda peralihan menuju musim penghujan.

“Peluang terjadinya hujan sangat kecil, sedangkan untuk prakiraan musim hujan sendiri belum ada pengumuman resmi mengingat sekarang ini masih fase puncak musim kemarau,” pungkasnya. (Hus/Tgb).