TUBAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tuban resmi menggelar Open House sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa-siswi baru di gedung permanennya, Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan/Kabupaten Tuban, pada Kamis (30/7/2026).
Agenda ini menjadi ruang silaturahmi, pengenalan sistem pembelajaran berasrama, hingga pembuktian kesiapan tata kelola pendidikan modern yang dihadirkan untuk mencetak Generasi Emas 2045.
Melalui momentum ini, pihak sekolah mengajak para orang tua/wali murid melihat langsung penerapan kurikulum, ragam program unggulan, hingga fasilitas penunjang yang disiapkan.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT 1 Tuban menampung total 256 siswa rintisan dari Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Rinciannya terdiri dari 16 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) asal Tuban, serta 60 siswa SRMA titipan dari Kabupaten Bojonegoro.
Kepala SRT 1 Tuban, Vera Khairun Nissa, menyampaikan bahwa Open House ini dirancang khusus untuk memberikan gambaran utuh mengenai ekosistem belajar berasrama kepada para wali murid.
“Open house ini adalah momen untuk memperkenalkan lebih dekat SR dan pelaksanaan pembelajarannya. Harapannya, seluruh tamu undangan dapat melihat langsung bagaimana kurikulum serta program-program unggulan yang kami jalankan,” ujar Vera dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi juga datang dari Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Sosok yang akrab disapa Mas Lindra ini menilai, hadirnya Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto merupakan terobosan nyata dalam membuka akses pendidikan berkualitas dan merata. Menurutnya, meyakinkan masyarakat terhadap konsep sekolah berasrama membutuhkan sinergi luar biasa dari semua pihak.
“Saya bersyukur, karena mengubah budaya atau mindset masyarakat itu bukan hal yang mudah. Seluruh pihak bergandengan tangan, bekerja pagi dan malam untuk meyakinkan orang tua agar anak-anaknya mendapatkan fasilitas pendidikan yang luar biasa ini,” ungkap Lindra.
Lebih dari sekadar tempat menimba ilmu, SRT 1 Tuban memberikan jaminan kesejahteraan menyeluruh bagi seluruh peserta didik. Selama masa pendidikan, seluruh kebutuhan harian siswa ditanggung penuh oleh negara.
“Bapak Presiden bukan hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperhatikan gizi anak-anak. Mulai dari pakaian, konsumsi tiga kali sehari, hingga suplemen dan snack tambahan, semuanya ditanggung negara,” tegas Bupati Tuban.
Mas Lindra menambahkan, lingkungan sekolah berasrama ini juga menjadi sarana miniatur ‘Nusantara’, tempat para siswa dari berbagai latar belakang pemikiran dan daerah dapat saling membaur tanpa sekat. Hal ini dinilai menjadi fondasi karakter yang kokoh dalam menyongsong tantangan masa depan.
Sebelum memasuki kegiatan belajar reguler, para siswa baru akan menjalani rangkaian MPLS yang terstruktur dalam empat fase utama untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan akademik:
- Fase Adaptasi & Pengenalan Lingkungan (31 Juli – 2 Agustus): Fokus pada pengenalan lingkungan kampus dan pemantauan kondisi fisik. Pada 1 Agustus, digelar pemeriksaan kesehatan menyeluruh bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban.
- Fase Penguatan Karakter (3 – 7 Agustus): Pembentukan mental, kedisiplinan, dan kepemimpinan dengan menghadirkan instruktur langsung dari unsur TNI dan Polri.
- Fase Pengenalan Akademik & Jati Diri (10 – 14 Agustus): Pembekalan penguatan literasi-numerasi, edukasi bijak bermedia sosial, kampanye anti-perundungan (anti-bullying), serta materi kesehatan dan perlindungan anak.
- Fase Puncak (17 – 21 Agustus): Dimeriahkan dengan panggung pentas seni karya siswa, penutupan rangkaian MPLS, dan seremoni simbolis bertajuk “Gerbang Cahaya Masa Depan”.
Hadirnya SRT 1 Tuban menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dalam menghadirkan solusi pendidikan komprehensif yang membentuk generasi muda Bumi Ronggolawe dan sekitarnya yang unggul, berkarakter, dan siap memimpin masa depan. (Hus/Tgb).
