TUBAN Suasana di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban tampak bergairah menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866. Berbagai persiapan menyambut ajang tahunan tersebut dipastikan telah matang.

Pantauan di lokasi, deretan stan UMKM, panggung utama berukuran megah, hingga belasan papan ucapan selamat sudah berjajar rapi di area klenteng yang menghadap ke laut utara Tuban tersebut.

Ketua Panitia Acara, Tio Eng Bo, menyampaikan bahwa persiapan yang dicicil sejak satu bulan terakhir kini telah mencapai 100 persen. Ia menyebut antusiasme umat pada gelaran kali ini sangat luar biasa, di mana rombongan tak hanya datang dari wilayah lokal, tetapi juga dari berbagai pelosok Nusantara.

“Tamu yang terdaftar menginap di fasilitas kamar klenteng saja sudah menembus 1.400 orang. Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang memesan kamar di hotel-hotel sekitar Tuban,” tutur Eng Bo kepada wartawan.

Ia menambahkan, gelombang kedatangan tamu dari luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, hingga pulau Kalimantan, nampak sudah mulai mengalir. Meski begitu, puncak kedatangan rombongan diprediksi terjadi menjelang prosesi inti.

Untuk menyemarakkan suasana, panitia menyuguhkan beragam atraksi budaya dan hiburan. Sejak pagi hingga sore hari, pengunjung disuguhi pertunjukan Barongsai dan Liang Liong. Memasuki malam hari, kemeriahan berlanjut dengan pesta kembang api serta panggung musik yang menghadirkan deretan penyanyi asal Surabaya, Semarang, hingga Banyuwangi.

Sementara itu, prosesi ritual ibadah khusus digelar secara khidmat agar para umat dapat bersembahyang dengan khusyuk tanpa gangguan kawasan yang bising.

“Tahun ini antusiasmenya jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Panggung VIP yang kami sediakan mampu menampung hingga 700 tamu undangan, dan jumlah pengunjung secara keseluruhan diprediksi mencapai ribuan orang,” terangnya.

Geliat ekonomi warga sekitar turut terangkat dalam perayaan ini. Terbukti, lebih dari 50 stan UMKM lokal ikut meramaikan lokasi dengan menjajakan aneka kuliner hingga pernak-pernik khas Tionghoa.

“Harapan kami, perayaan ini menjadi momentum agar seluruh umat klenteng kembali rukun dan bersatu, sehingga ibadah bisa berjalan nyaman,” imbuh Eng Bo.

Senada dengan hal tersebut, tokoh umat TITD Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro, menyambut positif terwujudnya kedamaian di internal klenteng. Menurutnya, rasa aman ini memberikan dampak signifikan pada suksesnya perayaan HUT Dewa Kongco tahun ini.

“Dengan terciptanya kedamaian, para tamu dan masyarakat bisa menikmati rangkaian acara dengan tenang. Suasananya kini sudah kembali damai seperti dulu kala,” ungkap Alim.

Ia pun berharap kondusifitas ini berimbas positif pada putaran roda ekonomi masyarakat Tuban, khususnya para pedagang kecil yang mengandalkan keramaian acara.

“Perdamaian ini mempererat silaturahmi antarumat dan memberi rasa tenang bagi masyarakat. Semoga semua yang hadir diberi kelancaran rezeki, kesehatan, dan kelanjutan usaha. Kami terbuka menyambut masyarakat untuk meramaikan kembali klenteng ini seperti sedia kala,” pungkasnya. (Hus/Tgb).