TUBAN – Hama tikus liar kian ganas meneror lahan pertanian warga di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Puluhan hektare tanaman jagung yang siap panen hancur digerogoti kawanan pengerat tersebut, menyisakan ancaman gagal panen total hingga kerugian materiil yang membelit para petani.
Tanaman jagung yang rata-rata sudah memasuki fase pembentukan tongkol menjadi sasaran empuk serangan hama setiap malamnya. Meski para petani telah berupaya melalukan penjagaan ekstra hingga pengusiran manual, serangan masif tak kunjung mereda.
Salah seorang petani terdampak, Widodo, mengungkapkan bahwa tanaman jagung miliknya yang telah berusia 2,5 bulan ludes hanya dalam semalam. Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran sebagian besar modal tanam didapat dari pinjaman perbankan.
“Kami sudah kemit (berjaga) tiap malam, tapi tikus tetap saja menyerang. Modal tanam sebagian besar dari utang bank. Kalau gagal panen seperti ini, kami bingung bagaimana cara mengembalikannya,” ujar Widodo, penuh keluh kesah.
Situasi ini tak hanya memicu krisis pangan di tingkat lokal, tetapi juga memperberat himpitan ekonomi warga. Petani sangat mendesak adanya penanganan terpadu dari dinas terkait, mengingat kapasitas penanganan secara mandiri sudah tak mampu membendung luasnya wilayah terdampak.
Menanggapi jeritan warga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Eko Julianto, memastikan pihaknya telah merespons laporan tersebut dan tengah melangkah sesuai prosedur operasional standar (SOP).
“Sedang kami proses sesuai SOP. Pemkab akan memfasilitasi bantuan obat-obatan pembasmi tikus berdasarkan rekomendasi dari petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT),” jelas Eko.
Kendati respons dari Pemkab Tuban telah mengemuka, para petani di Desa Sawir berharap realisasi bantuan racun dan pendampingan lapangan dapat disalurkan secepatnya. Sebab, makin lama penanganan tertunda, makin besar pula kehancuran lahan yang harus ditanggung para petani. (Har/Tgb).
