Peristiwa Banjir Bandang, Camat Kerek: Korban Maninggal Kelelahan Usai Bersih-bersih Rumah

- Maret 12, 2022 | 3:28 am
Camat Kerek, Nanang Wahyudi saat memberikan keteran kepada Ronggo.id, (Foto: Ibnul).

TUBAN – Banjir bandang yang menerjang di wilayah Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban pada (10/3) menyisakan berbagai keluhan dikalangan masyarakat, termasuk juga duka mendalam bagi keluarga Tekno (51), warga Desa Temayang, Kecamatan Kerek.

Pasalnya, orang tua Tekno bernama Rasiban (70), meninggal dunia akibat menahan pintu samping rumah saat curah hujan tinggi dan arus deras air menerjang kediamannya.

Adaya peristiwa tersebut, Camat Kerek, Nanang Wahyudi justru membantah adanya korban jiwa dalam musibah banjir itu. Menurutnya, Rasiban meninggal bukanlah akibat dari dampak banjir, melainkan karena faktor kelelahan setelah melakukan aktivitas bersih-bersih rumah.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini. Kalau dia meninggal bukan karena banjir. Saya bisa memastikan itu, karena Wakapolres kemarin juga menyampaikan ke Saya kalau korban kelelahan dan akhirnya sakit. Posisinya korban sedang bersih-bersih dan saat kejadian korban bersama anak-anaknya,” kilah Camat Nanang kepada Ronggo.id, Jumat (11/3/2022).

Dilain pihak, Tekno mengaku jika mertuanya meninggal usai menghalangi derasnya arus air yang menerjang rumahnya dengan menahan pintu samping agar air tidak masuk dikediamannya.

Lebih lanjut Tekno menceritakan, dirinya telah mencoba menahan pintu samping agar air tidak masuk ke dalam rumahnya. Dengan kekuatan yang tersisa, ia berusaha membuka teralis jendela rumah yang berada di ruangan utama, dengan harapan air bisa mengalir dan luapan air tidak mengakibatkan rumahnya roboh.

Peristiwa Banjir Bandang, Camat Kerek: Korban Maninggal Kelelahan Usai Bersih-bersih Rumah
Tekno, saat menunjukan pintu samping rumah yang rusak akibat tekanan arus banjir (Foto: Ibnul)
Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS

Tekno pun dibuat terkejut melihat kondisi mertuanya itu dengan kondisi tertelungkap dan sudah tak bernyawa terendam banjir didalam rumah bersama dengan benda-benda lain. Padahal sebelumnya ia mengira korban telah menyelamatkan diri.

“Kemungkinan korban kepeleset atau juga karena tersodok oleh barang-barang, kemudian jatuh ke air dan akhirnya meninggal,” imbuhnya.

Selain mengalami kerugian material, insiden banjir setinggi 90 centimeter yang memporak porandakan isi rumah dan kampungnya juga menewaskan anggota keluarganya itu juga masih terngiang dalam benaknya bersama sang istri.

“Saya trauma banget, sempat down dan tidak menyangka kalau banjirnya seperti ini,” tutup Tekno dengan nada lirih.

Dari data yang dihimpun Ronggo.id, banjir bandang yang terjadi di Desa Temayang dan mengakibatkan bendungan di desa setempat setinggi 2,5 meneter dan lebar 2,5 meter jebol akibat tak mampu menahan derasnya arus sehingga mengakibatkan ratusan rumah warga sempat terendam. 3 rumah diantaranya mengalami kerusakan dengan kategori berat. (Ibn/Jun).

Topik

Berita Terkait :