TUBAN – Dampak ambruknya atap teras lantai dua pada Rabu (3/6/2026) sore membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Kuthorejo 3 Tuban tidak dapat berlangsung normal. Untuk menjaga proses pembelajaran tetap berjalan, pihak sekolah memberlakukan skema darurat dengan membagi jam masuk siswa menjadi shift pagi dan siang.
Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan para murid, mengingat area terdampak langsung meliputi ruang kelas 5 dan kelas 6. Dimana dalam ruang kelas tersebut disinyalir telah lapuk dan sewaktu-waktu bisa ambruk.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa pengosongan dua ruang kelas tersebut bersifat mutlak demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai gantinya, para siswa kelas atas tersebut akan dioperasikan di ruang kelas lantai bawah.
“Untuk prioritas keamanan murid, ruangan terdampak tidak digunakan dan dialihkan ke bawah dengan sistem berbagi kelas,” terang Irma.
Dengan terbatasnya jumlah ruang kelas di lantai bawah, pihak dinas bersama sekolah menyiasatinya dengan membagi waktu belajar. Sistem ini akan mempertemukan kelas atas dan kelas bawah untuk saling berbagi ruang secara bergantian.
“Sistem belajar akan dilakukan dengan pembagian jam masuk pagi dan siang,” tambahnya.
Meskipun skema ini dinilai paling aman untuk saat ini, perubahan jadwal mendadak ini diprediksi akan mengubah pola belajar siswa serta menuntut penyesuaian dari para orang tua yang biasanya mengantar-jemput anak mereka di jam-jam reguler.
Guna melakukan penanganan cepat, Disdik Bumi Wali juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Tuban untuk meninjau lokasi. Proses pembersihan dan perbaikan darurat bahkan sudah mulai dicicil sejak Selasa malam.
“Penanganan langsung kami lakukan. Tim dari Dinas Pendidikan bersama PUPR sudah meninjau lokasi. Malam ini juga mulai dilakukan perbaikan awal oleh tukang profesional,” tambahnya.
Untuk perbaikan secara permanen dan menyeluruh, Irma mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan daerah. Pihaknya mengusulkan alokasi anggaran khusus pada Perubahan APBD (P-APBD) Kabupaten Tuban tahun anggaran 2026.
“Kami sudah melaporkan kepada pimpinan dan mengusulkan anggaran di P-APBD 2026 supaya bisa segera ditangani secara menyeluruh,” pungkas Irma. (Hus/Tgb).
