TUBAN – Ratusan nelayan beserta warga di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban memadati kawasan pesisir guna menggelar tradisi tahunan Sedekah Laut. Ritual adat yang dihelat bersamaan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi upaya nyata masyarakat pesisir dalam merawat kearifan lokal agar tak tergerus arus modernisasi.
Rangkaian acara tersebut diawali dengan kirab budaya dan pesta rakyat sehari sebelumnya, kemudian ditutup dengan prosesi larung sesaji ke tengah laut. Ritual itu menjadi puncak acara sekaligus simbol ungkapan rasa syukur atas kelimpahan hasil laut yang menopang penghidupan para nelayan.
Ketua Komunitas Peduli Nelayan Nusantara (KOPEN), Ahmad Husnul Abidin, menyampaikan bahwa tradisi ini memuat nilai spiritual serta komitmen pelestarian budaya yang sangat kuat. Selain itu, dalam kegiatan ini juga bertujuan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar rekan-rekan nelayan senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, serta keberkahan rezeki saat melaut,” terang Ahmad di lokasi kegiatan, Rabu (26/8).
Ia menerangkan, larung sesaji merupakan lambang pengembalian sebagian rezeki ke alam sebagai bentuk penghormatan manusia terhadap ekosistem laut. Secara periodik, tradisi sedekah laut di wilayah tersebut lazim digelar pada bulan Besar, Sapar, atau Maulud dalam penanggalan Jawa. Namun untuk periode ini, pelaksanaannya dipadukan dengan momen HUT RI.
Lebih lanjut, Ahmad mendorong adanya sinergitas yang lebih progresif antara pemangku kebijakan dan kelompok nelayan demi peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir Bumi Ronggolawe ini.
“Harapan kami ada kolaborasi nyata dan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat pesisir untuk mendorong perbaikan kesejahteraan nelayan ke depan,” tegasnya.
Bagi warga lokal, ritual ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan identitas kultural yang melekat secara turun-temurun. Suwandi (60), salah satu warga pesisir Sidomulyo, mengaku ikatan emosional warga terhadap tradisi ini sangat kuat.
“Tradisi ini sudah ada jauh sebelum saya lahir. Ini wujud rasa syukur atas karunia hasil laut, sekaligus momen penting untuk menjaga kerukunan dan keguyuban warga,” ungkapnya.
Penyelenggaraan Sedekah Laut di Sidomulyo mempertegas konsistensi masyarakat pesisir Ronggolawe dalam menjaga warisan leluhur, sekaligus memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman. (Hus/Tgb).
