TUBAN – Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia. Sebagai wilayah yang menjadi jalur perlintasan utama di Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Tuban mulai bersiap menyambut kedatangan para pejuang rindu dari berbagai kota.
Guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik yang melintasi jalur nasional ini, Satlantas Polres Tuban kembali menunjukkan komitmen pelayanannya. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mendirikan Pos Pelayanan (Posyan) yang berlokasi strategis di sisi utara Alun-alun Tuban.
Posyan ini bukan sekadar tenda pengamanan biasa. Pihak kepolisian telah menyulap tempat ini menjadi oasis bagi para pengendara yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari arah Jawa Tengah menuju kota tujuannya maupun sebaliknya.
Berbagai fasilitas premium disediakan secara gratis untuk memanjakan para pemudik. Mulai dari keberadaan kursi pijat elektrik yang siap melemaskan otot-otot kaku, area istirahat yang representatif, hingga layanan pemeriksaan kesehatan bagi mereka yang merasa kurang fit selama di perjalanan.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetya menjelaskan bahwa pendirian pos ini merupakan bagian dari upaya menciptakan mudik yang berkesan. Menurutnya, keselamatan di jalan raya bermula dari kondisi fisik pengendara yang prima.
“Kami ingin memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Melalui Posyan ini, kami berharap para pengguna jalan bisa beristirahat dengan layak sehingga konsentrasi mereka kembali pulih sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkap IPDA Rizky saat memberikan keterangan, Selasa (17/03/2026).
Tak hanya memusatkan pelayanan di jantung kota, Polres Tuban juga menyebar sejumlah Pos Pantau di titik-titik krusial. Beberapa di antaranya terletak di perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah di wilayah Bancar, Pos Pantau Pakah, hingga Pos Pantau di Kecamatan Soko yang berbatasan dengan Bojonegoro.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi lalu lintas di sepanjang jalur utama Kabupaten Tuban terpantau masih ramai lancar. Meski begitu, petugas tetap siaga penuh mengingat volume kendaraan diprediksi akan terus mengalami peningkatan signifikan dalam hitungan jam.
IPDA Rizky juga memetakan beberapa titik yang rawan terjadi penumpukan kendaraan. Area jembatan Kepet di Desa Tunah, Kecamatan Semanding, serta wilayah Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, menjadi sorotan utama karena potensi kepadatan arus pemudik di lokasi tersebut.
Selain kerawanan macet, Satlantas juga mengingatkan adanya titik blackspot atau jalur rawan kecelakaan. Titik-titik tersebut meliputi Desa Sobontoro, Desa Purworejo, dan Desa Beji di Kecamatan Jenu, serta Jalan Panglima Sudirman di Kelurahan Sukolilo dan Desa Compreng di Kecamatan Widang.
Terkait prediksi mobilitas warga, pihak kepolisian memperkirakan puncak arus mudik akan jatuh pada hari Rabu (18/03/2026) esok. Hal ini selaras dengan siklus tahunan di mana pergerakan massa biasanya mencapai titik tertinggi pada H-2 menjelang Idul Fitri.
Sementara itu, untuk arus balik, petugas memperkirakan gelombang kendaraan akan memadati jalanan pada Senin (24/03/2026) atau H+3 Lebaran. Pemetaan waktu ini dilakukan agar personel di lapangan dapat melakukan rekayasa lalu lintas secara tepat guna mencegah kemacetan horor.
Sebagai penutup, IPDA Rizky memberikan imbauan tegas namun humanis kepada seluruh pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.
“Jangan memaksakan diri. Jika mengantuk, segera cari rest area atau mampir ke Posyan kami. Ingat, ada keluarga yang setia menunggu kehadiran Anda di rumah dengan selamat,” pesannya penuh harap. (Hus/Tgb).
