, (Ronggo.id) – Persero Tbk (SIG) GHoPO Tuban melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan tanaman produktif sebanyak 3.000 pohon kepada 24 desa sekitar perusahaan atau ring 1, mencakup Kecamatan Kerek, Kecamatan Merakurak, dan Kecamatan Jenu.

Bantuan tanaman produktif yang diberikan berupa bibit jambu air, jambu kristal, mangga, alpukat dan durian, yang diserahkan langsung kepada pemerintah desa.

Senior Manager Of Corporate Communication , Setiawan Prasetyo mengatakan, kegiatan pengadaan tanaman produktif ini sebagai wujud komitmen dan kepedulian perusahaan plat merah tersebut dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan alam.

“Tujuan dari pemberian bibit tanaman kepada pemerintah desa diwilayah pengembangan perusahaan ialah untuk kelestarian alam dan mengurangi polusi udara,” kata Setiawan Prasetyo, Rabu (7/12/2022).

Setyawan Prasetyo kembali menjelaskan, tujuan lain pemberian bibit produktif guna menjaga ketersediaan sumber mata air di wilayah pengembangan perusahaan, diantaranya Silowo, Kali Pelang, Srunggo dan Ngipeng.

“Bahkan saat ini, sumber mata air tersebut banyak yang dikembangkan sebagai objek wisata. Sehingga, harus kita jaga kelestariannya,” terangnya.

Yang tak kalah penting dari pemberian tanaman produktif ini, ujar Setiawan Prasetyo, diharapkan hasil buahnya nanti dapat dimanfaatkan untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa.

“Kami berharap masyarakat dapat merawat dengan baik, agar hasil panen dari tanaman tersebut bisa dinikmati dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Sumaryono menyampaikan apresiasi kepada SIG atas pengadaan tanaman produktif bagi desanya, ia berharap tanaman tersebut dapat berkembang dan tumbuh subur.

“Desa Tahulu mendapatkan 100 pohon alpukat dari SIG, nantinya akan ditanam dikawasan wisata Kali Pelang,” ucapnya.

Disamping sebagai penunjang penghijauan dikawasan Kali Pelang, jika tanaman alpukat bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, maka hasil buahnya juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan wisata.

“Sekitar 2 hingga 3 tahun lagi tanaman alpukat sudah berbuah, tentunya akan menjadi salah satu penunjang dan sumber pendapatan wisata Kali Pelang,” tutupnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS