TUBAN – Baru saja diluncurkan sehari oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban justru dibongkar kembali. Pembongkaran tersebut disinyalir diputus kontraknya oleh pihak mitra, Selasa (22/7/2025).
Sebelumnya pada Senin (21/7/2025), Prabowo Subianto meluncurkan setidaknya 80.000 KDMP secara nasional secara daring dari lokasi pusat di Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peresmian puluhan ribu Koperasi Desa ini menjadi tonggak baru dalam penguatan ekonomi rakyat berbasis gotong royong.
Dari pantauan dilokasi pada Rabu (23/7/2025), di KDMP tersebut terlihat sudah kosong hanya tinggal beberapa beras kemasan. Tak hanya itu saja, rak-rak di dalam Kopdes tersebut juga sudah kosong semua tinggal beberapa pack rokok yang berjejer serta beberapa tabung gas 12 kilogram.
Namun, hal berbeda justru nampak di KDMP Desa Pucangan. Baru satu hari diresmikan pihak mitra yang berasal dari PT Perkonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) justru menarik diri dengan mengeluarkan surat pemutusan kontrak bernomor 002/032/Perkom-PPSD/VII/2025, yang ditujukan kepada Kepala Desa setempat, Santiko.
Mereka menarik diri lantaran tak dianggap saat peresmian koperasi tersebut. Para pemangku kepentingan di desa itu saat menghadiri forum resmi bersama presiden tersebut hanya disokong oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Pupuk Indonesia. Karena itulah pihak mitra merasa kecewa dan akhirnya bulat untuk memutuskan kontraknya.
“Mulai awal pendampingan hingga berdiri sampai diresmikan, pada Senin, (21/7/2025) adalah murni kami support penuh dari PT Perkonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, mulai dari renovasi bangunan, isi koperasi, manajemen hingga akhirnya menjadi pilot project dari KDMP lainya,” kata Direktur PPSD, Anas Al Khifni, Selasa (22/7/2025).
Meski sudah berjibaku membantu dalam proses pembentukan koperasi tersebut, pada saat zoom meeting dengan orang nomor satu di Indonesia saat peluncuran serentak, Ketua Kopdes, Nasrudi dan Kepala Desa Pucangan hanya menyampaikan mereka disupport oleh oleh BUMN dan PT Pupuk Indonesia, tidak menyebutkan nama PT Perkonomian PPSD sama sekali.
Kondisi yang demikian itu membuat manajemen PT Perkonomian PPSD mengambil sikap tegas menarik diri. Dalam surat pemutusan kontrak itu, disebutkan pernyataan sepihak dalam forum peresmian dinilai melanggar perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada 31 Januari 2024.
“Pernyataan kepada Presiden bahwa KDMP Pucangan didukung oleh pihak lain, dan bukan oleh kami, telah mencederai kemitraan yang terjalin selama 1 tahun 7 bulan. Karena itu, sesuai klausul dalam perjanjian, kami membatalkan secara sepihak kerja sama tersebut,” tegas pria yang akrab disapa Gus Anas.
Karena sikap tegasnya itu, pihak PPSD juga menarik seluruh aset milik mereka dari lokasi KDMP Pucangan per Rabu (23/7/2025). Direktur Sarana dan Prasarana PPSD, Mohammad Khomsun, menyatakan bahwa proses pemindahan inventaris telah dilakukan.
“Iya, semua aset seperti peralatan koperasi yang kami sediakan sudah kami ambil dan akan dipindahkan ke lokasi lain,” kata Khomsun saat dihubungi.
Menurutnya, Santiko dan Nasrudi sempat menghadap manajemen PPSD pasca insiden untuk memberikan penjelasan. Mereka mengaku gugup saat menyampaikan laporan kepada Presiden sehingga lupa menyebut peran PPSD.
“Alasannya karena gugup, tapi yang aneh justru malah menyebut ada dukungan dari BUMN yang sebenarnya tidak terlibat,” ujar Khomsun.
Meski menarik diri dari proyek di Pucangan, PT PPSD menegaskan tetap mendukung penuh program nasional KDMP yang digagas Presiden Prabowo. Mereka menyebut telah membina beberapa titik lain seperti di Kabupaten Gresik, Palang dan Rengel, Tuban, serta di Baureno, Bojonegoro.
Sementara itu, Santiko mengucapkan minta maaf sebesar-besarnya kepada pihak PPSD sebagai mitranya. Ia beralasan saat itu pihaknya gugup dan gerogi karena tanpa aba-aba apapun langsung diberikan mikrofon untuk berbicara kepada Presiden secara daring.
“Kami dari awal pembentukan koperasi desa ini berkat support dan pendampingan dari PPSD bukan dari pihak yang saya sampaikan waktu itu,” tegas Santiko saat menyampaikan klarifikasinya kepada wartawan, Rabu (23/7/2025).
Kedepannya pihaknya sangat berharap dan dengan rendah hati memohon kepada pihak PPSD agar tetap berkenan menjalin kerjasama dengan kopdes yang di awasinya itu. Menurutnya kehadiran dan sinergi dari PPSD sangatlah penting bagi masyarakatnya.
“Kedepannya dengan permintaan maaf ini semoga pihak PPSD masih terus menjalin kerjasama dengan kami,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
