TUBAN – Geliat pasar hewan kurban di Kabupaten Tuban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah terpantau sepi peminat. Lesunya daya beli masyarakat disinyalir menjadi pemicu utama menurunnya omzet penjualan hewan kurban, khususnya kambing, pada tahun ini dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Fenomena penurunan omzet ini dirasakan langsung oleh Agung, salah seorang pedagang kambing musiman yang menggelar lapaknya di kawasan Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.
“Penjualan ternak di lapaknya merosot cukup tajam, Mas, hingga mencapai setidaknya dua puluh lima persen akibat lesunya pasar,” katanya.
Menurut Agung, lesunya penjualan hewan kurban tahun ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Faktor daya beli yang melemah ini membuat warga berpikir ulang untuk berkurban, mengingat kebutuhan pokok lainnya juga terus berjalan.
Meskipun situasi pasar sedang tidak menentu, Agung mensiasatinya dengan tetap menyediakan berbagai pilihan ukuran dan jenis kambing di lapaknya. Hal ini dilakukan demi menyiasati anggaran calon pembeli yang bervariasi agar masyarakat yang memiliki niat tulus tetap bisa menunaikan ibadah kurban sesuai dengan kemampuan kantong mereka masing-masing.
“Sudah dari tanggal 16 Mei lalu saya jualan disini. Dan momentum Idul Adha tahun lalu saya menjual hingga ratusan ekor kambing dalam waktu singkat, kini jumlah hewan ternak yang berhasil dijual ke pasaran baru menyentuh angka enam puluh ekor saja,” keluh Agung.
Terkait peta sirkulasi konsumen, pedagang asal Bumi Wali ini mengaku bahwa mayoritas pelanggan setianya masih didominasi oleh warga lokal dan wilayah yang tak jauh dari tempatnya jualan. Sistem pemasaran yang diterapkan pun masih sangat konvensional dan tradisional, yaitu dengan memanfaatkan ruang terbuka di tepi jalan protokol.
“Lapak kami ini didominasi kambing jenis Jawa Randu yang didatangkan langsung dari peternak lokal, sehingga kualitas kesehatan dan kelayakan hewan kurbannya lebih terjamin,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
