, (Ronggo.id) – Kebakaran lahan kosong di area proyek Grass Root Refinery atau Kilang Tuban di Kecamatan Jenu pada Senin (4/9) ditaksir seluas 155 hektare.

Tak hanya membakar semak belukar dan rerumputan, kobaran api juga menghanguskan kayu jati gelondongan dengan total kerugian mencapai Rp70 miliar.

Kapolsek Jenu, Iptu Rianto menjelaskan, kebakaran hebat itu pertama kali diketahui sekitar pukul 12.00 Wib oleh anggota security yang tengah melakukan patroli. Api yang semula membakar semak belukar tiba-tiba semakin meluas hingga ke tempat penyimpanan batang pohon jati bekas tebangan.

“Karena api sudah terlalu besar, sehingga kami harus menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan memadamkan api,” terang Rianto, Selasa (5/9/2023).

Tak berselang lama, sebanyak 4 unit armada Damkar milik Satpol-PP dan tiba di lokasi kejadian, disusul beberapa armada Damkar dari perusahaan-perusahaan sekitar serta mobil water suply.

Kebakaran yang terlanjur meluas ditambah kencangnya tiupan angin membuat petugas sempat kesulitan untuk menjinakkan si jago merah yang mengamuk di lahan perusahaan patungan antara PT Pertamina dengan Rosneft asal Rusia.

“Sekitar pukul 22.30 Wib api yang membumbung tinggi mulai bisa dipadamkan. Dan baru benar-benar padam pukul 03.00 Wib dini hari,” beber Rianto.

Mantan Kapolsek Kota itu mengaku, hingga saat ini beberapa anggota kepolisian dan TNI masih disiagakan untuk membantu petugas Damkar melakukan upaya pembasahan.

Adapun akibat peristiwa lebaran yang ternadi di lahan Kilang GRR Tuban diperkirakan seluas 155 hektar dan total kerugian ditaksir mencapai Rp70 miliar rupiah.

“Untuk dugaan sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” tutupnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS