TUBAN, (Ronggo.id) – Resah lantaran banyaknya sapi yang sering hilang, warga Dusun Mlangwe, Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, tutup akses jalan menuju ke tempat wisata Pantai Sumur Pawon. Penutupan tersebut diduga didasari karena rasa cemas warga akibat lalu-lalang wisatawan yang dimanfaatkan para pencuri sapi untuk melancarkan aksinya.
Menurut keterangan dari Kepala Dusun (Kasun) Mlangwe, Kuswandi menjelaskan, dengan adanya tempat wisata tersebut keamanan pada wilayah sekitar menjadi kurang, pasalnya banyaknya wisatawan yang lalu-lalang. Hal tersebut dibuktikan dengan hilangnya 3 ekor sapi milik warga yang tak disebutkan namanya yang juga tinggal tak jauh dari lokasi wisata Pantai Sumur Pawon.
“Setelah adanya itu (wisata Pantai Sumur Pawon) menurut warga sekitar, keamanan agak turun. Artinya kan banyak akses orang keluar masuk, warga mencurigai hal tersebut. Terbukti dengan yang pertama kehilangan seekor sapi, yang kedua kehilangan lagi satu ekor. Yang pertama milik A misalkan ya, yang kedua ini milik B dan yang kemarin ini milik B lagi jadi B ini kehilangan sapinya sampai 2 ekor,” terang Kuswandi saat dikonfirmasi di Balai Desa Mentoso pada Rabu (4/12/2024).
Kuswandi mengatakan, sebelum dilakukan penutupan, warga dan pengelola sudah dimediasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Mentoso, namun belum didapati kesepakatan sehingga warga memutuskan untuk memblokade jalur yang mengarah ke pantai tersebut. Adapun mediasi tersebut juga dilakukan di lokasi Pantai Sumur Pawon pada Selasa (26/11) lalu.
“Kemarin sudah rembugan (mediasi) dari desa, dari babinsa dan babinkamtibnas serta warga. Kami memediasi ternyata aspirasi warga disana mencurigai semenjak adanya wisata tersebut keamanannya menjadi kurang,” terangnya.
Menggapi hal tersebut, pihaknya juga telah meminta klarifikasi dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) selaku pengelola tempat wisata tersebut. Namun, respond negatif justru diberikan oleh pihak pengelola sehingga warga yang geram langsung menutup akses menuju lokasi itu sesaat setelah gagalnya mediasi tersebut.
“Saya juga meminta Pokdarwis (pengelola wisata Pantai Sumur Pawon) menanggapi hal tersebut terlebih dahulu, ternyata tanggapannya kurang halus, jadi agak terlalu sensitif. Sehingga masyarakat meminta menutup akses sementara menuju pantai tersebut,” jelasnya.
Kuswandi menambahkan, penutupan tersebut dilakukan warga sekitar hingga menunggu adanya jalan tengah dari pihak-pihak yang terlibat, khususnya pihak dari warga sekitar yang terdampak adanya tempat wisata tersebut dan pengelola tempat. Wisata Pantai Sumur Pawon sendiri merupakan tempat wisata yang terbilang cukup berpotensi sehingga sayang jika aksesnya terus ditutup.
“Kalau dibilang penutupannya permanen belum tau mas, jika ada solusi yang terbaik juga bisa dibuka lagi, kan itu juga potensi juga toh,” pungkasnya. (Hus/Jun).
