– Seorang perempuan bernama Riza Sumarsih dengan dibarengi kuasa hukumnya melakukan gugatan kepada Kepala Desa dan mantan Kepala , Kecamatan Merakurak, Setyo Budi. Ia mengklaim bahwa tanah yang diduduki sebagian bangunan Balai Desa setempat merupakan miliknya.

Gugatan itu terpaksa dilayangkan oleh Riza Sumarsih yang datang dengan membawa sejumlah bukti kepemilikan tanah, seperti sertifikat dan akta jual beli (AJB) tanah seluas 315 meter persegi, lantaran upayanya selama ini untuk mendapatkan hak atas tanah tidak ditanggapi serius oleh pihak desa.

Riza Sumarsih Melalui kuasa hukumnya, Franky D Waruwu menjelaskan, alasan gugatan ini dilayangkan kepada Pemerintah Desa, khususnya Kepala Desa Tuwiri Wetan, Wiji Santoso karena ia bersikukuh tidak mau membongkar dan membebaskan tanah milik Riza Sumarsih, meskipun secara jelas bahwa kliennya tersebut telah memiliki SHM berikut AJB atas nama pribadi.

“Klien saya ini pada tahun 1988 telah membeli sebidang tanah seluas 315 meter persegi secara sah dan atas akta jual beli. Dan BPN sendiri telah mengeluarkan petak bidang baru pada tahun 2021 atas nama klien saya. Artinya, tanah ini jelas-jelas sudah menjadi milik Bu Riza, tapi mengapa pihak desa tidak mau membongkarnya?,” ungkap Franky D Waruwu kepada awak media di Balai Desa Tuwiri Wetan, Selasa (24/5/2022).

Diduga Bangun Kantor Desa di Tanah Warga, Pemdes Tuwiri Wetan Tuban Digugat
Terlihat papan pemberitahuan kepemilikan tanah yang dipasang oleh penggugat, Riza Sunarsih lingkungan Balai Desa Tuwiri Wetan, (Foto: Said).

Karena merasa selama ini tidak menguasai atas apa yang seharusnya menjadi miliknya, lanjut Franky, sehingga kliennya mengajukan permohonan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban untuk dilakukan pengembalian batas tanah.

Franky mengatakan, Risa Sumarsih sendiri telah beberapa kali meminta kepada Kades agar bangunan atau kantor desa yang berdiri di atas tanahnya seluas 150 meter persegi tersebut agar dilakukan pembongkaran, namun Kades masih bersikeras dan tidak mengindahkan teguran kliennya.

“Oleh karena itu, sudah beberapa kali kami tegur agar Kades ini melakukan pembongkaran bangunan yang berdiri di atas tanah milik Ibu Riza. Mudah-mudahan Bu Risa mendapatkan keadilan dan para tergugat ini bisa menyadari,” pintanya.

Ditempat yang sama, kuasa hukum Pemdes Tuwiri Wetan, Tezar Rachadian Eryanza mengaku, Pemdes Tuwiri Wetan sendiri dulunya telah membeli tanah tersebut dan dibangun kantor desa pada 1981. Akan tetapi, pada 2017 tiba-tiba ada muncul permasalahan bahwa tanah tersebut diklaim milik Riza Sumarsih yang datang dengan membawa sertifikat tanah dan AJB.

“Tidak mungkin desa mengeluarkan anggaran dua kali untuk membeli tanah. Kami juga punya bukti pembelian atau AJB. Kita lihat saja nanti hasil dalam persidangannya seperti apa,” ujar pria yang juga sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara .

Sementara itu, Humas , Uzan Purwadi mengatakan, bahwa agenda hari ini merupakan sidang perkara perdata, dimana sesuai dengan edaran Mahkamah Agung bahwa Majelis Hakim harus turun langsung dalam menangani kasus sengketa tanah.

“Tadi Majelis Hakim sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat perkaranya, dan benar bahwa obyek yang diminta penggugat ada,” terang Uzan.

Adapun tindak lanjut setelah dilakukan pengecekan di lokasi, ia menyatakan tahapan selanjutnya ialah melakukan persidangan dan meminta keterangan saksi dari penggugat.

“Dasarnya penggugat mengklaim bahwa ini adalah tanahnya, nanti kita buktikan pada persidangannya seperti apa,” pungkasnya. (Said/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS