TUBAN – Malam di Tuban kini tak lagi seterang dulu. Jalan-jalan yang sebelumnya diterangi lampu penerangan jalan umum (PJU) kini kembali gelap gulita. Bukan karena listrik padam, tapi karena kabel-kabel penerangan raib digondol pencuri.

Fenomena pencurian kabel ini bukan hanya sekali-dua kali terjadi. Sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2025, kasus kehilangan kabel penerangan terjadi berulang kali di berbagai titik, tersebar di enam desa dari tiga kecamatan, yakni Semanding, Merakurak, dan Kerek.

“Terbaru, 180 meter kabel hilang di wilayah Merakurak,” ungkap Slamet Hariyanto, Kepala Bidang Lampu Jalan DLHP Tuban saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (16/6/2025).

Kabel-kabel yang menghubungkan tiang-tiang lampu jalan ini seperti lenyap tanpa jejak. Desa-desa seperti Sedanghaji, Sumber, Tlogonongko, hingga Dusun Koro di Desa Pongpongan, tak luput dari aksi tangan-tangan jahil tersebut. Parahnya, di wilayah Dusun Koro, kabel sudah tujuh kali diganti, namun tetap saja hilang.

“Daerah Koro ke Montong itu kita sudah tujuh kali ganti kabel,” beber Slamet, menandakan betapa seriusnya gangguan ini.

Tak hanya mengundang keresahan karena gelapnya jalan, aksi pencurian ini juga berdampak pada kerugian negara. Dari total anggaran pengadaan 4.727 titik PJU dengan nilai Rp62 miliar, kerugian akibat pencurian kabel diperkirakan mencapai Rp56 juta lebih.

DLHP Tuban mengaku telah berkoordinasi dengan Forkopimca di enam desa terdampak untuk mengintensifkan patroli dan pengawasan. Namun, Slamet berharap peran serta masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga aset bersama.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas umum demi kenyamanan bersama,” tandasnya.

Sementara itu, keresahan warga terus bergema. Salah satu pengendara asal Kecamatan Grabagan, Ahmad Hairon, mengaku kini kembali merasa was-was saat melintas di malam hari.

“Beberapa bulan lalu sempat terang, sekarang gelap lagi. Saya tiap hari lewat Desa Jadi ke Grabagan, takut juga kalau gelap total di tengah hutan jati,” keluhnya.

Hairon berharap pemerintah segera bertindak, menyalakan kembali lampu jalan dan memberi rasa aman bagi warga, terutama di jalur-jalur antarkecamatan yang rawan dan minim aktivitas. (Ibn/Tgb).