TUBAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Kabupaten Tuban memprediksi, peralihan musim hujan ke kemarau di wilayahnya akan melanda bagian barat terlebih dahulu.
Sedangkan wilayah barat yang memulai kemarau, diantaranya, Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Jatirogo, dan Kecamatan Kenduruan. Di empat kecamatan ini kemarau dimulai pada bulan April dasarian kedua, yakni antara tanggal 11-20 hingga bulan Mei dasarian pertama pada tanggal 1-10. Diprediksi puncaknya akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.
Sedangkan wilayah kecamatan yang mengalami peralihan musim terakhir, adalah Kecamatan Senori, Parengan, dan Kecamatan Soko.
Kecamatan lain seperti Jenu, Merakurak, Tuban, Semanding, Grabagan, Montong, Kerek, Singgahan, Bangilan, Palang, Widang, Plumpang, dan Rengel diprediksi terjadi peralihan musim pada dasarian III bulan April antara tanggal 21-30.
Kepala Stasiun BMKG Kelas III Tuban, Muchamad Nur, mengatakan, peralihan musim tersebut saat ini secara tidak langsung sudah terjadi. Hal itu dibuktikan dengan kondisi cuaca ekstrem yang biasa terjadi berangsur menurun.
“Jika melihat kondisi dinamika atmosfer saat ini, kondisi cuaca ekstrem yang biasa terjadi saat masa peralihan berangsur menurun, dimana hal ini menandakan sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban akan mulai memasuki awal musim kemarau,” jelas Muchamad Nur saat dikonfirmasi, Rabu (9/4/2025).
Ia tambahkan, fenomena El Nino diprediksi tak akan melanda dikarenakan kondisi permukaan laut (SST) di wilayah El Nino menunjukkan anomali sebesar 0,013. Angka itu mengindikasikan wilayah Indonesia berada di posisi El Nino Southern Oscilliation (ENSO) Netral, artinya tak akan terjadi badai El Nino.
“Berdasarkan prediksi terbaru, kondisi netral ini diperkirakan akan terus bertahan setidaknya hingga pertengahan atau semester kedua tahun 2025,” katanya .
Saat disinggung mengenai potensi wilayah yang diperkirakan akan mengalami kekeringan, ia mengaku belum ada. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan update informasi prakiraan musim kemarau yang akan datang.
Muchamad Nur mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi kekeringan di wilayah masing-masing. Kepada para petani dan nelayan, agar terus memantau prakiraan cuaca baik cuaca permukaan maupun cuaca maritim. Melalui itu hal-hal yang tak diinginkan dapat dihindari.
“Untuk petani dapat memanfaatkan kondisi cuaca terkini untuk merencanakan kegiatan pertanian, sedangkan untuk nelayan kondisi gelombang laut saat ini hingga pekan depan terpantau tenang rendah,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
