TUBAN – Dalam kurun satu bulan, Januari 2025, sebanyak 18 orang meninggal, akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah Kabupaten Tuban. Angka itu bagian dari 93 kejadian, dengan total korban meninggal, luka berat, dan ringan sebanyak 128 orang.
Sementara itu data Lakalantas dari Satlantas Polres Tuban, pada tahun 2024 sebanyak 72 kasus dengan rincian korban meninggal sebanyak 13 orang, dan luka ringan sebanyak 86 orang. Kerugian akibat Tragedi di jalan raya itu mencapai Rp89.500.000.
Sedangkan sepanjang bulan Januari 2025 terjadi 93 kasus Lakalantas, dengan 18 orang meninggal, satu orang luka berat, dan 109 orang luka ringan. Taksir angka kerugiannya mencapai Rp158.000.000.
Melihat situasi tersebut, Kasatlantas Polres Tuban, AKP Mohammad Imam Reza, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyo, menyatakan, pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menekan angka Lakalantas. Sesuai temuan dan analisa lapangan, naiknya angka kasus di awal tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya, disebabkan kurangnya pemahaman dari masyarakat dalam berkendara.
Dari perbandingan data tersebut, pada Januari 2025 terjadi kenaikan sebanyak 21 kasus atau sekitar 29,16 persen dibanding dengan tahun sebelumnya. Begitupun dengan jumlah kerugian yang ditimbulkan terjadi kenaikan hingga Rp73.000.000.
IPTU Eko Sulistyo menambahkan, dengan naiknya kasus kecelakaan di Bumi Ronggolawe sepanjang awal tahun 2025 ini, pihaknya menekankan tentang pentingnya edukasi kepada para pengendara. Termasuk para pelajar terkait pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya.
“Edukasi terkait dengan keselamatan berkendara di Indonesia khususnya di Tuban ini kurang, tidak seperti di Jepang yang sudah diajarkan sejak dini,” ucapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (4/02/2025).
Jumlah kenaikan angka Lakalantas di daerah dengan 20 wilayah kecamatan ini, akibat kesalahan para pengendara sendiri. Mereka kurang memahami aturan berkendara dengan baik, serta menyepelekan keselamatan dirinya sendiri.
“Kebanyakan korban yang meninggal itu tidak memakai helm, padahal itu penting sekali guna keselamatan berkendara,” pungkas Eko. (Hus/Tgb).
