TUBAN – Program balik mudik lebaran gratis tahun 2025 yang digulirkan Pemkab Tuban diikuti sebanyak 234 orang. Ratusan warga itu balik menuju tempat bekerja dengan tujuan ke Jakarta, Malang, dan Surabaya.

Mereka diberangkatkan dari Kantor Pemkab Tuban oleh Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Bambang Irawan, serta pejabat terkait.

Kepala DLHP Tuban Bambang Irawan mengatakan, lima armada bus ini dibagi dua rute tujuan. Empat bus jurusan Jakarta, dan satu bus jurusan Surabaya-Malang.

“Kami telah menyiapkan makanan dan snack gratis yang bisa dinikmati selama perjalanan,” katanya.

Menurut Bambang, program balik mudik gratis ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan layanan transportasi aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak kembali ke tanah perantauan, tanpa perlu merogoh kocek.

“Program ini juga untuk mengurangi kemacetan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono menyebut mudik sudah menjadi tradisi setiap Hari Raya Idul Fitri tiba. Kehadiran para pemudik ke kampung halamannya ini telah memberikan dampak positif bagi perekonomian di Tuban, baik sektor kuliner, wisata, maupun perhotelan.

“Kami berpesan agar para pemudik ini turut mengenalkan indahnya Tuban, kuliner maupun wisatanya ke teman-temannya di perantauan,” serunya.

Demi keselamatan penumpang, mantan Kepala Bappeda Tuban itu mengingatkan kepada para sopir bus agar selalu tertib, dan patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.

“Jaga konsentrasi selama mengemudi, selalu utamakan keselamatan,” ujarnya.

Salah satu pemudik asal Babat Lamongan yang hendak balik ke Jakarta, Ahmad Zaenuri (32) menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tuban yang telah menyediakan angkutan gratis bagi para pemudik. Ia mengaku sangat terbantu karena dapat menekan biaya pengeluaran.

“Semoga di tahun depan jumlah armadanya ditambah, supaya bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” harap pria yang sudah sejak 2014 mengajar di salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Jakarta. (Ibn/Tgb).