TUBAN – Suasana khidmat Haul ke-516 Sunan Bonang di kawasan Masjid Agung Tuban, Kamis (10/7/2025) malam, sempat tercoreng akibat ulah komplotan pencopet yang menyusup di tengah kerumunan jamaah.
Berkat kesigapan aparat kepolisian, seorang pelaku berinisial J berhasil ditangkap di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander mengemukakan, pria paruh baya itu diringkus polisi usai tertangkap tangan mencopet sejumlah handphone milik jamaah.
“Modus pelaku adalah menyamar sebagai jamaah, memanfaatkan kepadatan untuk mencuri barang milik pengunjung,” ujar Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas kepada Ronggo.id Jumat (11/7/2025).
Dari hasil interogasi awal, J mengaku datang bersama lima orang lainnya, terdiri dari empat perempuan, dan dua laki-laki, yang telah mengatur titik kumpul di sisi utara masjid usai menjalankan aksinya. Mereka lalu berencana melarikan diri menggunakan sebuah mobil yang ternyata turut diamankan petugas.
“Kendaraan mereka berpelat Yogyakarta. Komplotan ini berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah, dan memang sengaja datang ke Tuban untuk beraksi saat haul,” jelas Perwira yang sebelumnya bertugas di Bareskrim Mabes Polri.
Dalam operasi cepat tersebut, polisi juga menyita sejumlah handphone hasil pencurian serta mobil yang digunakan sebagai sarana pelarian. Saat ini seluruh pelaku telah diamankan di Mapolres Tuban dan tengah menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Ini komplotan terorganisir lintas daerah. Kami masih terus dalami peran masing-masing, dan tidak menutup kemungkinan ada memiliki jejaring,” kata peraih double degree Magister Teknik di ITB dan Master of Science dari Korean National Police University.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menghadiri acara keagamaan yang dipadati pengunjung. Meski suasana haul membawa nuansa religius, kejahatan bisa menyusup dalam kelengahan.
“Kami imbau masyarakat menyimpan barang berharga di tempat aman dan tidak mudah percaya dengan orang asing dalam kerumunan,” pungkasnya.
Haul Sunan Bonang yang digelar setiap tahun memang menjadi magnet spiritual ribuan peziarah dari berbagai penjuru. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa di tengah kegiatan ibadah yang sakral, kewaspadaan tetap menjadi bagian dari keimanan. (Jun/Tgb).
