TUBAN – Efek domino dari pembangunan infrastruktur berupa taman gratis di Kabupaten Tuban ternyata berdampak besar bagi sektor wisata. Peran pemerintah sangat diperlukan, untuk mendorong obyek wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kembali menggeliat.

Di Tuban terdata terdapat 50 lebih Pokdarwis. Mereka mengelola tempat wisata yang ada di wilayah desanya, dengan menonjolkan berbagai aspek.

Sebelumnya, adanya pembangunan infrastruktur publik seperti Taman Abhirama, GOR Rangga Jaya Anoraga, Alun-alun kota, dan Abhipraya sangat berdampak terhadap kunjungan ke wisata-wisata yang di kelola Pokdarwis. Terlebih wisata yang lokasinya jauh di pelosok Bumi Ranggalawe ini.

Ketua Pokdarwis Pelang, Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Agus Susanto mengungkapkan, tak stabilnya perekonomian di Indonesia, ditambah adanya pembangunan infrastruktur taman gratis membuat wisatanya lesu. Kunjungan wisatawan lokal menurun 40 hingga 50 persen dari biasanya.

“Kami tak menyalahkan Pemerintah Kabupaten, Mas, adanya pembangunan infrastruktur itu sebenarnya baik tapi alangkah lebih baiknya jika pembangunan dari hulu ke hilir itu diperhitungkan dengan matang,” ujar Agus Susantosaat ditemui di lokasi wisatanya, Selasa (6/5/2025).

Pria yang menginisiasi terbentuknya Wisata Pelang ini menambahkan, pihaknya sebenarnya cukup terbantu dengan kehadiran Pemkab Tuban yang telah menyiapkan akses jalan, dan pelatihan SDM. Pelatihan-pelatihan itu seperti studi banding ke daerah-daerah lain seperti Malang, Banyuwangi, Yogyakarta, dan wilayah lain yang menonjol akan wisatanya.

“Tetapi kalau dari segi infrastruktur atau dana CSR belum ada sama sekali, Mas, dari tahun 2018 hingga sekarang,” katanya.

Ia sangat menyayangkan akan hal itu. Karena wisata menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), seharusnya pemerintah memberikan feedback tak hanya dari pelatihan SDM saja. Melainkan anggaran sebagai penunjang infrastruktur di sekitar wisata.

Meski begitu, menurutnya manfaat Wisata Pelang sendiri bagi masyarakat sekitar sangat bermacam-macam. Salah satunya dari warga yang dulunya berprofesi sebagai petani, saat ini sudah beralih menuju ekonomi kreatif seperti memanfaatkan pohon sagu yang ada di wisata itu dengan maksimal.

Secara terpisah Ketua Pokdarwis Pantai Kelapa dari Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban, Muhasan, menjelaskan Pemkab Tuban melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) sering melakukan kegiatan pemberdayaan terhadap pengurus-pengurus di wisatanya.

“Pemberdayaan SDM dari pemerintah saya akui memang sangat bagus, pelatihan-pelatihan kepada pengurus wisata sangat diperhatikan,” tambah Muhasan.

Pria yang sering mengenakan kacamata hitam ini mengaku, potensi wisata di kabupaten dengan 20 kecamatan ini sebenarnya bisa bersaing dengan Kabupaten Banyuwangi. Pantai di Tuban sangat bervariasi, dan menonjolkan aspek yang berbeda.

“Dari Jawa Tengah hingga ke Kabupaten Gresik nuansa pantai itu sangat luar biasa, hanya pemerintah ini fokus dimana dulu kita nggak ngerti,” tambahnya.

Terlepas dari itu keberadaan wisata yang terletak di Kelurahan Panyuran ini bisa menunjang perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu Pokdarwis setiap tahunnya rutin memberikan CSR kepada masyarakat yang membutuhkan, dan membantu pembangunan infrastruktur yang ada di sekitar wilayahnya.

“Kalau soal retribusi itu pasti ada, dari pajak parkirnya, dari hiburannya, ada juga dari airnya, diantaranya itu sudah masuk ke Pemkab,” pungkasnya. (Hus/Tgb).