TUBAN, (Ronggo.id) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban mulai mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang rawan terjadi saat memasuki musim kemarau.
Seperti pada Senin (15/7) lalu, Perhutani KPH Tuban mulai menggelar sosialisisasi dan antisipasi Karhutlah yang dilaksanakan di Kawasan Hutan KPH Tuban petak 79a Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pakah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Plumpang.
Kegiatan tersebut melibatkan Polmob, TNI, Polri serta Anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Makmur dari Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Kepala Sub Seksi Hukum dan Protokoler Perhutani KPH Tuban, Sri Yuliati mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan yang pertama dilakukan memasuki musim kemarau kali ini, tujuannya untuk membangun komunikasi dan kerjasama dengan stake holder di wilayah KPH Tuban dalam upaya pencegahan Karhutlah.
“Kita mensosialisasikan cara mencegah kebakaran seperti membuat ilaran,” katanya, Rabu (17/7/2024).
Yuli menambahkan, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan cara penanganan dan dampak yang bisa ditimbulkan dari adanya Karhutlah, diantaranya dapat mengancam sumber mata air.
“Kalau sampai salah penanganan saat terjadi kebakaran, dikuatirkan akan merusak kelestarian hutan dan sumber mata air,” imbuhnya.
Selain sosialisasi, ungkap Yuli, Perhutani telah memasang papan himbauan dibeberapa titik, dan membangun komitmen dengan LMDH sebagai bentuk tanggungjawab bersama untuk menjaga kelestarian hutan, keamanan hutan dan kerusakan hutan dari sebab apapun, terutama kebakaran.
“Alhamdulillah sampai sekarang ini belum ada laporan adanya kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya. (Ibn/Jun).
