TUBAN – Lalu-lalang truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban menjadi pemandangan rutin di sepanjang bulan Ramadan hingga libur Lebaran tahun ini. Lonjakan volume sampah yang signifikan memaksa armada pengangkut untuk bekerja lebih keras demi menjaga kebersihan wilayah tersebut.
Dari data milik DLHP Tuban menyebutkan setidaknya 105 hingga 115 ton sampah perhari dibuang dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di hari normal. Sampah berton-ton itu merupakan hasil akumulasi sampah dari 20 Kecamatan di Bumi Wali.
Namun, angka tersebut melonjak tiga kali lipat seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan suci dan perayaan Idulfitri. Kenaikan volume yang signifikan ini secara otomatis mengubah pola kerja tim kebersihan yang biasanya cukup dengan jadwal rutin harian.
Di hari-hari normal, truk-truk sampah itu biasanya harus beroperasi setidaknya dua kali, yaitu saat pagi dan sore hari. Namun, berbeda dibanding dengan saat ramadhan dan libur lebaran. Kendaraan pengangkut sampah itu harus menambah operasionalnya di siang hari untuk mengantisipasi lonjakan sampah tersebut.
Adapun dalam operasional kendaraan berwarna oranye dan hijau itu setiap satu kali perjalanan biasanya mengangkut setidaknya enam kubik sampah atau sekitar 1,5 ton. Dari yang biasanya hanya dua kali perjalanan atau sekitar tiga ton sampah, saat ramadhan hingga idul fitri truk-truk itu harus bekerja keras mengangkut setidaknya empat hingga lima ton per harinya.
Dari pantauan selama libur lebaran sendiri, taman-taman kota seperti Abhipraya dan Alun-alun juga penuh dengan para pengunjung. Mereka datang berlibur bersama dengan keluarga maupun kerabatnya di ruang terbuka gratis bagi masyarakat tersebut. Mereka yang berlibur biasanya juga tak lepas dari minuman dan makanan yang menemaninya.
Melihat fenomena itu, Kepala DLHP Tuban, Anthon Trilaksono melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 DLH-P Tuban, Arwin Mustofa mengungkapkan kunjungan wisatawan tersebut juga berdampak pada jumlah sampah harian. Tak hanya itu, budaya open house saat lebaran menjadi penyumbang sampah terbesar selama ramadhan dan libur lebaran.
“Malam takbiran sampai habis sholat ied itu sampah sampai membludak tiga kali lipat sehingga truk kami terpaksa mondar-mandir untuk mengangkuti sampah itu dari masing-masing TPS,” jelas Arwin, Senin (30/3/2026).
Arwin sapaan akrabnya menambahkan, selama ramadhan dan libur lebaran seluruh TPS ini mengalami lonjakan penerimaan sampah. Terlebih di TPS yang berdekatan dengan kota, seperti TPS Kebonsari, Pasar Sore, Ronggomulyo dan juga Pasar Pramuka.
“Biasanya kalau lebaran itu kan banyak tamu, nah budaya open house ini lah yang membuat sampah membludak, tapi lonjakan itu memang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya,” pungkasnya.
Dengan lonjakan volume sampah tersebut, pihak DLHP Tuban juga mengimbau masyarakat untuk lebih sadar dalam mengelola sampah, terutama saat momen hari besar, agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan tidak menambah beban petugas di lapangan. (Hus/Tgb).
