TUBAN – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban mengimbau orang tua untuk tetap tenang menghadapi penyakit campak. Vaksinasi Measles Rubella (MR) dan pemberian gizi seimbang disebut menjadi kunci utama dalam mencegah serta mengurangi dampak penyakit pada anak.
Data dari Dinkes P2KB Tuban, sepanjang tahun 2025 ini setidaknya ada 49 anak-anak yang baru terindikasi terkena campak. Dari total 49 anak tersebut, hanya di temukan dua anak yang positif campak dan keduanyapun berasal dari kecamatan yang berbeda yakni Soko dan Parengan.
Kepala Dinkes P2KB Tuban, Roikan mengatakan dua anak yang positif campak tersebut langsung mendapatkan perawatan intensif. Selain itu, dengan munculnya penyakit yang disebabkan oleh virus Morbili ini pihaknya langsung melakukan screening kepada para anak-anak lain serta masyarakat sekitar.
“Dua anak itu juga sudah diberikan pelayanan terbaik sesuai dengan pelayanan khusus untuk penderita campak,” jelas Roikan saat ditemui di kantornya, Rabu (8/10/2025).
Roikan mengungkapkan meski penyebaran penyakit campak itu sangat gampang, masyarakat tak perlu khawatir. Dinkes sendiri sudah menyiapkan vaksin-vaksin campak diseluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kabupaten dengan total penduduk mencapai 1,2 juta kepala ini.
“Alhamdulillah vaksin kita tidak pernah ada kekurangan, kalau dapat alokasi vaksin dari pusat langsung kita sebar menuju ke Puskesmas-Puskesmas di seluruh Kabupaten Tuban,” tegasnya.
Mantan Direktur RSUD Ali Manshur, Jatirogo ini menjelaskan mekanisme anak yang mengalami gejala awal penyakit campak. Menurutnya, jika anak sudah mengalami ruam merah dikulitnya, mata merah dan demam, maka segera untuk dirujuk menuju ke Puskesmas terdekat.
“Ciri-ciri seperti itu memang menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit campak, tapi tidak bisa langsung diputuskan harus di labkan terlebih dahulu,” tambah Roikan.
Jikapun sudah dinyatakan positif, vaksin MR sudah sangat efektif untuk mencegahnya. Disisi lain asupan gizi seimbang kepada anak yang positif campak juga penting diberikan agar anak tak kekurangan cairan.
Pihak Dinkes P2KB Tuban saat ini juga telah mengadakan program Desa Imunisasi Mantap (Iman). Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kesadaran dan cakupan imunisasi bayi dan balita di tingkat desa. Program tersebut hadir kembali dan mulai dilaksanakan di bulan Mei tahun ini.
“Dulu tahun 2016 sudah ada tapi kami hidupkan kembali saat ini sekaligus sebagai pilot project. Target awal kami setiap satu kecamatan ada satu Desa Iman ini, dan saat ini setidaknya sudah ada 17 Desa Iman di Kabupaten Tuban,” pungkasnya.
Selain meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi, dengan adanya program tersebut diharapkan anak-anak yang belum menerima vaksin segera untuk dilakukan upaya untuk vaksinasi. (Hus/Tgb).
