, () – Berkunjung ke , Jawa Timur, tidak lengkap rasanya jika tidak berwisata kuliner atau membawa oleh – oleh camilan khasnya, salah satunya adalah ampo.

Ampo merupakan camilan khas Tuban yang sudah melegenda. Bahan utama dari camilan ini yaitu tanah liat atau lempung. Meskipun bahan dasarnya terbilang unik, namun masyarakat Tuban sudah biasa mengkonsumsi ampo sebagai makanan ringan pendamping kopi maupun teh.

Menurut sejarahnya, tradisi memakan ampo di Tuban semakin marak ketika era penjajahan. Saat itu sumber makanan tergolong cukup sulit didapatkan. Masyarakat pun akhirnya menggunakan endapan tanah aluvial dari tepi Sungai Bengawan Solo.

Bentuk ampo yang bulat dan berongga mirip dengan camilan pada umumnya, sehingga membuat banyak orang tak menyadari jika camilan unik ini bukan remahan dari wafer stick. Bahkan kudapan ini dipercaya baik untuk pencernaan, terutama bagi wanita hamil dan anak – anak sehingga tidak heran jika ampo menjadi salah satu makanan ringan favorit di Tuban.

Pecinta kuliner, tidak perlu khawatir karena ampo dibuat dari tanah liat dengan kualitas baik yang bebas dari kerikil atau pasir. Sebuah studi mengungkap bahwa mengkonsumsi lempung yang steril bisa melindungi perut dari serangan virus serta bakteri. Hal ini karena tanah liat dapat mengikat hal yang berbahaya seperti mikroba, patogen, dan virus dengan menggunakannya sebagai masker lumpur untuk usus.

Bagi Anda yang penasaran dengan rasa unik ampo, jangan lewatkan untuk membelinya sebagai oleh – oleh ketika berkunjung ke Kabupaten Tuban. Pasalnya, kudapan ini hanya bisa dijumpai di Tuban, dan tidak ditemukan di kota lain.

Menurut pengakuan warga lokal, ampo memiliki sensasi rasa yang mirip dengan kacang. Selain itu, ampo memiliki tekstur yang cukup renyah. “Rasa ampo ini unik seperti ada rasa kacangnya, tekstur ampo ini juga cukup renyah, bentuknya yang kecil – kecil jadi memungkinkan makan sekali suap,” tutur Rifqi (23).

Berbeda halnya dengan Ampo Cirebon, Ampo khas Cirebon ini memiliki bentuk gulungan yang lebih besar, sedangkan ampo dari Tuban ukurannya lebih kecil. Tak hanya dijadikan camilan, ampo juga kerap dijadikan pelengkap untuk berbagai acara budaya seperti sedekah bumi, selametan, atau saat musim panen tiba.

Meski mulai tergerus zaman dan tergeser oleh camilan lainnya, namun sebagian masyarakat setempat masih ada yang mempertahankan kehadiran camilan ini. Mari sama – sama menjaga dan melestarikan makanan tradisional Kabupaten Tuban, yang nantinya diharapkan makanan ini bisa dikenal ke anak cucu kita. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS