TUBAN – Bukan lagi soal kobaran api atau penyelamatan nyawa, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) justru menghadapi tugas-tugas unik di luar nalar. Dari mengevakuasi bangkai tikus yang membusuk di mesin cuci hingga diminta menagih utang warga.
Data yang dihimpun dari website resmi milik Damkar Kabupaten Tuban per Kamis tanggal 24 Juli 2025 menyebut, setidaknya sudah ada 434 kejadian yang ditanganinya termasuk beberapa kali sosialisasi kepada masyarakat. Angka tersebut didominasi oleh banyaknya kejadian darurat non-kebakaran yang mencapai hingga 395 kejadian.
Jika dibandingkan dengan angka tahun 2024 per Bulan Juli, angka tersebut naik 91 kejadian dari tahun kemarin yang totalnya hanya 343 kasus. Naiknya jumlah kasus yang cukup drastis itu merupakan bentuk kepercayaan masyarakat akan kinerja para petugas Damkar.
Kabid Damkar dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji menyebutkan pihaknya pernah mendapatkan aduan dari salah satu ibu rumah tangga melalui call center. Ibu tersebut menghubungi dengan nada yang gugup dan panik, ternyata ia panik hanya karena ada bangkai tikus dalam mesin cucinya.
“Awalnya kami mengira ada kebakaran atau apa karena dari nadanya ibu itu seperti panik dan gugup, eh ternyata hanya mengevakuasi bangkai tikus saja,” kata Sutaji sembari bercanda dengan pewarta.
Kejadian seperti itu bukan satu-satunya moment unik yang dilaporkan kepada petugas Damkar. Sutaji mengaku pihaknya juga pernah dimintai tolong oleh salah seorang perempuan dewasa dari salah satu kecamatan di Bumi Ronggolawe untuk menagih hutang.
Tak hanya dua itu saja, petugas yang memiliki baju dinas berwarna biru tua itu juga pernah dimintai mengevakuasi kucing yang ada di atas plafon rumah serta adanya monyet liar yang meresahkan masyarakat.
“Yang perlu diketahui kita memang sering mendapatkan aduan kejadian yang unik diluar tupoksi, namun sebagai abdi negara kami tetap hadir sebagai bentuk respon tetapi tetap melihat peristiwanya,” tambahnya.
Sutaji menambahkan meski kejadian-kejadian seperti itu terlihat sepela, tetapi ia tetap memberikan pertolongan yang maksimal. Pria yang hobi bermain catur ini juga berujar dalam melakukan kegiatannya, koordinasi dan sinergitas dengan semua pihak menjadi prioritas utamanya.
“Kami tidak menolak segala aduan yang ada melalui sistem online call center kami, namun yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa tupoksi damkar hanyalah urusan urgent yang dalam penangananya memerlukan keahlian khusus saja,” ujarnya.
Damkar menghimbau kepada seluruh masyarakat Tuban untuk terus waspada terhadap setiap bentuk kejadian yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Pelayanan kepada masyarakat yang mengalami segala kejadian darurat secara gratis nonstop 24 jam, kita siap dihubungi melalui call center Damkar yang sudah tersedia di semua sosmed, google maupun website resmi milik kami,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
