TUBAN – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT United Tractors Semen Gresik (UTSG), di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Mereka menuntut perusahaan tersebut menjamin hak-hak para driver (supir) Jasa Pengelola Alat (JPA) agar dipenuhi.
Pantauan dari lokasi pada Senin (21/4/2025), para peserta aksi awalnya berkumpul di lapangan Desa Temandang, Kecamatan Merakurak. Mereka kemudian melanjutkan berangkat menuju lokasi dengan mengendarai motor masing-masing.
Setibanya di lokasi, mereka langsung melakukan orasi tepat didepan pintu gerbang perusahaan yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (SIG). Massa yang berjumlah ratusan ini mendesak agar para petinggi perusahaan untuk menemuinya. Bahkan mereka juga mengancam akan menghentikan operasional perusahaan dengan mendirikan tenda jika tak ditemui.
Mendengar hal itu, para petinggi perusahaan mencoba memberikan atensi dengan mengajak beberapa perwakilan dari peserta aksi untuk membahas permasalahan yang ada. Namun, dari mediasi yang dilakukan itu masih tetap belum memberikan hasil apapun.
Sebelumnya, mereka juga sempat mendirikan tenda perjuangan tepat didepan pintu gerbang pada Kamis (19/4/2025) kemarin. Tak hanya itu saja, mediasi-mediasi yang sebelumnya dilakukan juga tak menemui hasil apapun.
Ketua FSPMI Tuban, Duraji, mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukannya itu merupakan sebuah bentuk perjuangan dari serangkaian perlawanan terhadap ketidakadilan yang menimpa para driver-driver JPA yang bekerja disana.
Dia melanjutkan aksi tersebut menuntut pihak perusahaan tentang jaminan keberlangsungan pekerjaan para driver di anak usaha PT SIG ini. Ia juga meminta hak-hak para pekerja yang dulu dibayar sesuai Upah Minimum Kerja (UMK) tak jadi diganti dengan upah borongan.
“Karena di PT UTSG ini ternyata menggunakan skema pekerjaan dilimpahkan kepada vendor, yang mana kami menganggap bahwa ini suatu pelanggaran,” katanya saat dikonfirmasi setelah mediasi bersama pihak PT UTSG.
Ia menambahkan jika apa yang diminta olehnya tak di gubris oleh PT UTSG, pihaknya tak segan untuk memblokade jalan utama agar operasional perusahaan lumpuh untuk sementara waktu.
“Sudah kita pastikan dan sudah kami deklarasikan mulai detik ini kami akan pasang tenda sampai dipenuhi oleh PT UTSG sesuai dengan tuntutan kami,” tambahnya.
Sementara itu, pihak UTSG masih belum memberikan tanggapan terhadap aksi tersebut. Mereka beralasan masih akan berkoordinasi dengan pihak internal perusahaan yang lain untuk memberikan kepastian kepada awak media maupun para pihak pendemo. (Hus/Tgb).
