TUBAN — Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, menyebabkan kerusakan bangunan rumah warga. Sebuah dapur milik warga Desa Bunut dilaporkan roboh akibat tidak mampu menahan terjangan cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat malam (9/1/2026).
Peristiwa tersebut menimpa rumah Sukri (65), warga RT 05 RW 02 Desa Bunut, Kecamatan Widang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp4 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur wilayah Widang sekitar pukul 21.00 WIB. Dapur rumah korban yang berbahan kayu dan bambu diduga tidak lagi cukup kuat menahan beban air hujan serta terpaan angin, hingga akhirnya roboh.
Kejadian tersebut diketahui secara luas dan dilaporkan secara resmi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Dua saksi mata, Bandi (50) dan Adit (25), yang merupakan warga setempat, membenarkan bahwa bagian belakang rumah korban ambruk saat cuaca ekstrem berlangsung.
Akibat kejadian itu, kondisi dapur rumah Sukri mengalami kerusakan parah dan untuk sementara tidak dapat digunakan. Kerusakan tersebut memaksa keluarga korban mengamankan sejumlah perabot rumah tangga agar tidak mengalami kerusakan lanjutan.
Penjabat Kepala Desa Bunut, Tikno, membenarkan adanya musibah yang menimpa salah satu warganya. Ia memastikan bahwa seluruh penghuni rumah dalam kondisi selamat.
“Ada satu rumah warga yang terdampak. Bagian dapur mengalami kerusakan berat dan sudah tidak layak pakai. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Tikno saat dikonfirmasi, Sabtu malam (10/1/2026).
Sebagai langkah awal penanganan, Pemerintah Desa Bunut telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut.
“Kami sudah menyampaikan laporan ke BPBD Kabupaten Tuban. Untuk bantuan atau kompensasi bagi korban, saat ini masih menunggu hasil koordinasi dan tindak lanjut dari BPBD,” ujar Tikno.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan konstruksi bangunan tua atau rentan terhadap angin kencang dan hujan lebat. (Hus/Tgb).
