, () – Pemerintah pusat telah melakukan berbagai hal dalam menanggulangi dan menekan angka di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa peran masyarakat. Mengingat kondisi itu, memberikan tips kepada para bunda agar menambah makanan pendamping dan bergizi seimbang guna mencegah stunting pada buah hati.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kabupaten Bojonegoro, dr. Lucky Imroah menjelaskan, anak yang baru lahir hingga 1000 hari pertama kehidupan memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sampai masa pertumbuhan di usia sekitar 2 tahun.

“Organ-organ penting manusia terutama otak, mengalami perkembangan yang sangat pesat pada periode ini. Yaitu membentuk 90% dari keseluruhan pertumbuhan,” ujar dr. Lucky Imroah kepada media.

Ia menegaskan, jika balita di usia 0 sampai dengan 2 tahun merupakan usia krusial bagi anak, dimana pemberian nutrisi yang cukup bagi buah hati dapat memberikan dasar kuat bagi kesehatan anak dimasa mendatang.

“75 persen otak terbentuk saat dalam kandungan dan mencapai 90 persen hingga usia 2 tahun. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan kandungan protein hewani, seperti daging, ikan, ayam dan telur sangat diperlukan, karena dapat menurunkan resiko terjadinya stunting pada anak,” jelasnya.

dr. Lucky mengemukakan, peran orang tua atau pengasuh sangatlah penting selama periode ini. Jika gizinya baik, maka 90% kehidupan anak akan baik juga. Oleh karena itu, perlu perhatian penuh dari orang tua atau orang yang mengasuh anak tersebut. 

Selain itu, pentingnya pemenuhan gizi pada ibu hamil dan menyusui juga perlu disoroti. Terutama pada trimester pertama kehamilan, pemenuhan kebutuhan gizi sangat penting untuk mencetak generasi emas. Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi unsur 4 bintang, termasuk makanan pokok, lauk hewani, kacang-kacangan dan sayur-sayuran dalam satu kali makan.

“Program edukasi MP-ASI ini bertujuan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat Bojonegoro untuk memastikan bahwa setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, memberikan kontribusi positif bagi generasi emas yang sehat di masa depan,” pungkasnya. (Ags/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS