TUBAN – Warga Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dikejutkan oleh penemuan benda menyerupai granat aktif di area Sungai Wisata Pelang, Jumat pagi (11/7/2025).

Benda tersebut ditemukan saat sejumlah pengurus wisata melakukan kegiatan Jumat Bersih di sungai, sekitar pukul 07.30 WIB.

Ketua Pokdarwis Sungai Pelang, Agus Susanto, menyampaikan, granat tersebut pertama kali ditemukan oleh Totok (38), salah satu pengurus wisata yang saat itu tengah menyusuri aliran sungai yang memiliki kedalaman berkisar antara 1 sampai dengan 1,5 meter bersama beberapa rekannya.

“Totok itu sempat merasa menginjak benda keras berbentuk bulat. Karena berada dalam air, awalnya dikira mainan anak-anak. Bahkan sempat ditendang-tendang seperti bola,” ungkap Agus kepada Ronggo.id.

Namun, rasa penasaran mendorong mereka untuk mengangkat benda tersebut ke permukaan. Saat diangkat, bobotnya terasa berat dan bentuknya menyerupai granat genggam militer.

“Begitu saya pegang, ternyata benar, itu granat. Saya langsung bawa ke gudang depan rumah untuk diamankan sementara,” ujar Agus.

Setelah menyadari potensi bahaya, pihak pengelola segera menghubungi Polsek Merakurak untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal, ciri-ciri granat tersebut adalah berbentuk bulat, berwarna hitam keabu-abuan, dan tidak memiliki pengaman atau pin.

Tak berselang lama, aparat dari Polsek dan Koramil Merakurak datang ke lokasi dan langsung melakukan pengamanan di sekitar area. Lokasi penemuan pun dipasangi garis polisi guna mencegah warga mendekat.

Kapolsek Merakurak, AKP Hartono saat dikonfirmasi terpisah, membenarkan adanya temuan tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak memindahkan atau menyentuh benda mencurigakan tanpa sepengetahuan aparat.

“Ini bisa sangat berbahaya. Jika warga menemukan benda mencurigakan, sebaiknya segera lapor. Jangan dipegang, apalagi dibawa pulang,” tegasnya.

Belum diketahui secara pasti asal muasal granat tersebut. Namun, sejumlah pihaknya menduga bahwa granat itu merupakan sisa peninggalan masa konflik atau pelatihan militer di era sebelumnya. Pasalnya, aliran sungai tersebut dahulu cukup tersembunyi dan jauh dari aktivitas padat warga.

“Kemungkinan itu merupakan peninggalan jaman Belanda,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, granat tersebut telah diamankan oleh pihak berwajib dan sambil menunggu tim penjinak bom (Jibom) dari Brimob Polda Jatim. (Jun/Tgb).