TUBAN – Belum genap seminggu, kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa pelajar di Kabupaten Tuban. Kali ini satu pelajar meninggal dunia, dan satu lainnya alami luka berat setelah mengalami tabrakan dengan salah satu bus pariwisata di Jalan Tuban-Widang, Desa Mrutuk, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jumat (27/6/2025) siang.

Kecelakaan itu bermula saat bus pariwisata bernopol; AA 7190 GA yang dikemudian oleh Anhar (58) warga Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, itu melintas dari arah Tuban menuju ke Lamongan. Bus berwarna biru itu, hendak menyalip kendaraan yang berada di depannya.

Naasnya saat bus itu hendak mendahului, ada dua pelajar yang mengendarai Honda Beat bernopol; N 4584 NA yang berjalan diarah sebaliknya. Mereka diketahui bernama Dwi Masithoh Indrayati (16) dan Asasun Najahatil Abadiyah (16) asal Lamongan. Karena posisi mereka yang tak jauh, akhirnya tabrakan tak dapat dihindarkan lagi.

Akibat kecelakaan itu, Dwi Masithoh meninggal dilokasi kejadian. Sedangkan untuk teman yang diboncengnya harus alami luka berat dan segera dilarikan menuju ke RSUD Dr R Koesma Tuban untuk diberikan perawatan intensif. Sepeda motor dan bus tersebut juga harus mengalami ringsek dibagian depan.

Warga sekitar, Suji (42) mengatakan bus itu memang benar hendak mendahului truk yang berjalan didepannya. Nahas dua pelajar itu tiba-tiba melintas tepat di lokasi kejadian yang membuat tabrakan tersebut tak dapat dihindarkan lagi.

“Karena jarak terlalu dekat, tabrakan itu tak dapat dihindarkan lagi, Mas, sampai membuat keduanya terpental,” katanya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyo membenarkan adanya kejadian naas itu. Saat ini pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan maut yang telah terjadi di wilayah hukumnya itu.

“Faktor penyebabnya diduga karena pengemudi bus tak hati-hati saat menyalip dan ceroboh saat mendahului,” ungkap Eko saat dihubungi melalui pesan singkat.

Eko menghimbau kepada seluruh orang tua diharapkan untuk selalu aktif dalam melakukan pengawasan, membimbing, serta memberikan arahan yang tepat kepada anak-anak mereka dalam berbagai situasi dimanapun itu.

“Iya, Mas, terkait anak dibawah umur untuk peran orang tua selalu aktif pengawasan,” imbaunya singkat.

Sebelumnya pada Minggu (22/6/2025) yang lalu, pelajar bernama Oktavian Velix Iswandi (14) asal Desa Grabagan juga meninggal dunia setelah sepeda yang ditumpangi bersama dengan temannya, Moch Yusuf Alfarisqi (14) bertabrakan dengan truk Fuso di daerah Rengel. (Hus/Tgb).