TUBAN – Sejak dua pekan terakhir aksi penghadangan, dan meremas payudara menghantui warga perempuan di jalanan sekitar Jembatan Kanor – Rengel (Jembatan Kare), di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
Aksi yang dilakukan seorang pria tersebut terjadi di malam hari, sasarannya anak perempuan dan wanita dewasa. Pelaku yang hingga kini belum ditangkap jajaran kepolisian itu, makin meresahkan warga yang biasa melintas di jalan penghubung antara Desa Ngadirejo menuju Desa Sawahan, Kecamatan Rengel tersebut.
Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyatakan, aksi memalukan dari pria misterius itu sudah memakan banyak korban. Hal itu meresahkan masyarakat, dan dikecam warga setempat.
Beberapa perempuan menuturkan, pelaku biasanya melakukan aksi memalukan itu sendirian. Para korban tak menyangka kalau pelaku hendak melakukan aksinya.
Semula mereka menganggap pelaku akan menjambret barang berharga. Ternyata setelah mendekati mangsanya, langsung tangannya memegang payudara korban.
“Kemarin saya hendak pergi ke pasar bersiap untuk berjualan, lha pelaku ini memang terlihat mencurigakan,” ungkap ibu-ibu penjual sayur, Senin (13/5/2025).
Perempuan lain yang juga korban mengungkapkan hal sama. Ia takut dengan aksi pria yang sudah dua pekan terakhir meneror wilayahnya.
“Padahal waktu itu sepupuku ini ditemani suaminya loh, Mas, tapi juga tak luput dari sasaran pelaku,” ujar wanita berambut panjang itu.
Dalam aksinya pelaku menggunakan motor Honda Vario berwarna hitam. Setiap berhasil melakukan aksinya, langsung tancap gas bak pembalap MotoGP.
Menanggapi adanya teror yang membuat warga di wilayah kerjanya resah, Kapolsek Rengel AKP Nuril Huda mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya kabar begal payudara tersebut. Ia terus mencoba mencari siapa dalang di balik teror yang meresahkan masyarakat, khususnya kaum hawa.
“Satu pekan ini kami telah melakukan patroli pada jam-jam rawan terutama dini hari sebagai langkah antisipasi,” kata Nuril Huda saat di konfirmasi.
Meski pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai hal tersebut, namun hingga kini tak kunjung ada korban yang melapor. Ia berharap para korban berani melaporkan kejadian yang menimpanya.
“Masyarakat khususnya wanita kami imbau untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas malam hari, terutama saat melewati jalur tersebut. Sebaiknya tidak melintas sendiri,” pungkas Nuril Huda. (AN/Tgb).
